Pada blog ini, setiap helai perasaan meluruh sebagai kelopak sastra dan bersemi dalam pengetahuan bahasa.
Sabtu, 18 Juli 2009
Bom Mega Kuningan
Polri terus melakukan penyeledikian terhadap 2 janazah pelaku peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat 17 Juli kemarin. Polisi berharap siang nanti kedua pelaku sudah bisa diidentifikasi dengan lengkap dan diungkap ke publik.Identitas pelaku, lanjut Nanan, nantinya akan dikembangkan ke arah kelompok tertentu. "Itu (identitas pelaku) kita tunggu dulu. Setelah identitas, baru jaringan," katanya
Saat ini, polisi sudah berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di JW Marriott, inisial N. Sedangkan pelaku bom bunuh diri di Ritz Carlton masih sulit diidentifikasi karena kondisi potongan kepala terkelupas sampai batok kepala.
Kedua pelaku bom bunuh diri hancur berkeping-keping dengan kepala yang terpisah dengan badan.
Sabtu, 25 April 2009
Siapa yang akan Maju dalam PILPRES 2009?
Golkar sudah bercerai dengan Partai Demokrat (kapan nikahnya ya?). Meski JK mulai berdekatan dengan Megawati, namun nampaknya Megawati lebih memilih Prabowo. Menurut berita, malam nanti Megawati akan menentukan siapa yang akan mendampinginya. (eh... kayaknya nggak malam ini, mungkin beberapa hari ke depan, biar beritanya heboh!). lalu SBY akan didampingi siapa ya? Prediksi saya sebagai orang awam, SBY (PD) akan derdampingan dengan Hidayat Nur Wahid (PKS) atau dengan orang yang namanya belum muncul, Megawati (PDIP) berdampingan dengan Prabowo (Gerindra), JK (Golkar) berdampingan dengan Wiranto. Kalau benar berarti saya berbakat jadi peramal, kalau salah ya... nggak apa-apa! Wajarlah orang awam, nggak paham manuver-manuver politik. Anda pilih siapa? Gimana kalau pilih saya? He...he...he...
Ujian Nasional 2009
Ujian Nasional tahun 2009 untuk siswa SMA kemarin telah berakhir. Selesai sudah perjuangan mengerjakan soal UN dari 20 hingga 24 April 2008. Banyak siswa yang bernapas lega, namun tak sedikit yang panik, menangis, bahkan jatuh sakit karena merasa tidak bisa mengerjakan soal pada mata pelajaran tertentu. Tak bisa dipungkiri, Ujian Nasional merupakan momok bagi siswa. Ketika ujian berlangsung banyak siswa yang nervous. Berkali-kali ke kamar kecil (semoga tujuannya bukan untuk mencontek), berdebar-debar, dan badan panas-dingin. Di suatu sekolah ada siswa menangis ketika mengerjakan soal UN, bahkan ada juga yang pingsan pada menit-menit terakhir waktu ujian habis.
Meski ada banyak berita tentang kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2009 ini, tentu kita berharap segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan bijak. Dan yang pasti kita berharap semoga tidak ada peristiwa yang menyedihkan, seperti tahun kemarin, setelah pengumuman kelulusan nanti.
Untuk semua siswa SMAN 1 Mertoyudan (Tidar) , saya sangat berharap dan selalu berdoa semoga kalian lulus semua dengan nilai yang tidak mengecewakan. Masih ingat yel-yel pada waktu SQL? Yakinlah, kalian pasti bisa! Maju terus siswa SMAN 1 Mertoyudan!!! Masa depan ada di tangan kalian!!!
Selasa, 10 Maret 2009
Asyiknya Jadi Anak Kembar
Yoga Bagas Solihan dan Yogie Bagus Solihin, biasa kami panggil Kakak Adik. Dua saudara kembar, yang gendut... ndut.... Bukan banyak makan, tapi memang punya gen gendut...ndut.... Nggak apa-apa gendut, yang penting pede aja. Tuh, baru 8 1/2 tahun, tapi mama sudah nggak kuat nggendong kalau tertidur di kursi. Mereka lahir di tahun naga mas. Kata orang Tionghoa sih, tahun yang bagus. Nggak percaya-percaya amat, tapi semoga memang benar. He... he... he...
Wajahnya sama nggak sih? Kata orang sama, karena memang kembar identik. Apalagi mereka selalu pakai baju yang sama. Bukan dipaksakan sesuatu harus sama. Tapi mereka memang ingin sama.
Oke sayangku, selamat mengikuti kegiatan di sekolah ya.... Salam buat guru kalian!
Selasa, 17 Februari 2009
Tentang Adenita, 9 Matahari

Tentang 9 Matahari Karya Adenita
Tetralogi Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang sarat dengan nilai edukasi cukup membuka mata banyak orang akan kondisi pendidikan di Indonesia. Banyak orang yang akhirnya termotivasi untuk belajar dan bekerja giat setelah membaca novel itu. Memang, pendidikan di Indonesia memiliki masalah yang cukup kompleks apalagi biaya yang semakin tinggi. Adenita juga merasakan hal demikian yang direfleksikan dalam sebuah novel berjudul 9 matahari.Lewat novel ini, Adenita menceritakan lewat tokoh utamanya Matari mengenai perjuangannya dalam melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Sayangnya, di Indonesia biaya yang dikeluarkan untuk sekolah sangat tinggi. Matari harus memeras otak bagaimana agar bisa tetap kuliah dengan dana yang sangat minim. Keluarganya yang taraf ekonomis sangat pas-pasan tidak menyetujui keinginan Matari karena memang belum mampu. Tapi Matari terus nekat dengan usahanya ini karena kuliah adalah impiannya sejak dahulu.Novel ini mencoba menceritakan perjalanan seseorang mencari impiannya. Mengajak kita untuk terus bersemangat dalam menggapai cita-cita jika ingin sukses.
Epilog
“Kalau menginginkan kemakmuran satu tahun, tanamlah gandum. Kalau menginginkan kemakmuran sepuluh tahun, tanamlah pohon. Kalau menginginkan kemakmuran seratus tahun, kembangkanlah orang.” (Pepatah Cina)
Aku memang berhasil kuliah. Bukan hanya membawa ilmu, tapi juga utang kuliah. Total utangku adalah 70 juta. Utang atas nama diriku, bukan orang tuaku. Utang atas nama semua ilmu yang kuserap dari bangku kuliah dan kepingan pengalamannya. Utang atas pembentukan karakter diri. Semua itu adalah tanggung jawab pribadi atas sebuah impian. Semua itu juga adalah harga yang harus aku tukar dengan sebuah pengalaman duduk di bangku kuliah dan sejuta pengalaman berharga lainnya. Aku tidak merasa jumlah dan kewajiban itu sebagai beban karena aku tahu harga itu memang pantas untuk aku jadikan ‘investasi’ hidupku. Andai aku tidak mengalami ini semua, mungkin aku tidak akan pernah menghitung secara detail nominal yang aku keluarkan, mungkin aku tidak akan pernah belajar tentang rencana dan mungkin aku juga akan rentan terhadap tekanan.
Aku sadar, ada sebuah harga yang harus dibayar untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas pemikiran dan emosi, aktif, berprestasi, dan andal. Merencanakan pendidikan sama pentingnya dengan merencanakan hidup. Sayangnya, masih banyak golongan yang sulit melakukannya. Mereka tidak mampu mengidentifikasi biaya hanya karena kebutuhan pendidikan harus tarik-menarik dengan kebutuhan hidup. Maka, di sinilah informasi berperan. Bagaimana agar semakin banyak orang yang mengerti tentang manajemen keuangan, juga yang penting adalah manajemen hidup. Untuk orang yang berasal dari masyarakat bawah, seperti aku dulu, betapa bahagianya aku kalau informasi seputar beasiswa bisa dengan mudah aku dapatkan.
Aku sudah pernah mengalami, betapa miskin informasi membuatku jadi miskin pilihan ‘jalan alternati’. Sekarang saatnya aku fokus untuk mengembalikan semua itu. Aku menargetkan diri mengembalikan ‘modal’ kuliahku selama dua tahun ini. Aku tahu targetku itu bukan target biasa. Tapi, semuanya aku bawa kembali bersama keyakinan. Sama seperti aku yakin akan mampu mendapatkan kesempatan kuliah dan menyelesaikannya. Ada ribuan cerita terserak di sana, tapi hasilnya nyata.
“Kalau menginginkan kemakmuran satu tahun, tanamlah gandum. Kalau menginginkan kemakmuran sepuluh tahun, tanamlah pohon. Kalau menginginkan kemakmuran seratus tahun, kembangkanlah orang.” (Pepatah Cina)
Aku memang berhasil kuliah. Bukan hanya membawa ilmu, tapi juga utang kuliah. Total utangku adalah 70 juta. Utang atas nama diriku, bukan orang tuaku. Utang atas nama semua ilmu yang kuserap dari bangku kuliah dan kepingan pengalamannya. Utang atas pembentukan karakter diri. Semua itu adalah tanggung jawab pribadi atas sebuah impian. Semua itu juga adalah harga yang harus aku tukar dengan sebuah pengalaman duduk di bangku kuliah dan sejuta pengalaman berharga lainnya. Aku tidak merasa jumlah dan kewajiban itu sebagai beban karena aku tahu harga itu memang pantas untuk aku jadikan ‘investasi’ hidupku. Andai aku tidak mengalami ini semua, mungkin aku tidak akan pernah menghitung secara detail nominal yang aku keluarkan, mungkin aku tidak akan pernah belajar tentang rencana dan mungkin aku juga akan rentan terhadap tekanan.
Aku sadar, ada sebuah harga yang harus dibayar untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas pemikiran dan emosi, aktif, berprestasi, dan andal. Merencanakan pendidikan sama pentingnya dengan merencanakan hidup. Sayangnya, masih banyak golongan yang sulit melakukannya. Mereka tidak mampu mengidentifikasi biaya hanya karena kebutuhan pendidikan harus tarik-menarik dengan kebutuhan hidup. Maka, di sinilah informasi berperan. Bagaimana agar semakin banyak orang yang mengerti tentang manajemen keuangan, juga yang penting adalah manajemen hidup. Untuk orang yang berasal dari masyarakat bawah, seperti aku dulu, betapa bahagianya aku kalau informasi seputar beasiswa bisa dengan mudah aku dapatkan.
Aku sudah pernah mengalami, betapa miskin informasi membuatku jadi miskin pilihan ‘jalan alternati’. Sekarang saatnya aku fokus untuk mengembalikan semua itu. Aku menargetkan diri mengembalikan ‘modal’ kuliahku selama dua tahun ini. Aku tahu targetku itu bukan target biasa. Tapi, semuanya aku bawa kembali bersama keyakinan. Sama seperti aku yakin akan mampu mendapatkan kesempatan kuliah dan menyelesaikannya. Ada ribuan cerita terserak di sana, tapi hasilnya nyata.
Salam dari mamanya Sari Yoga Yogie di Magelang
Senin, 16 Februari 2009
Adenita, 9 Matahari

Adenita, 9 Matahari
Adenita, 9 matahari. Sungguh, seorang gadis cantik, ramah, dan .... pasti semua ibu bangga memilikinya. (Selamat untuk Adenita dan Ibunya!)
Jumat 13 Februari 2009, Adenita, pengarang novel 9 Matahari, kami undang, MGMP Bahasa Indonesia-SMA bekerja sama dengan Grasindo ke Magelang. Bersama Joko Pinurbo , sastrawan asal Yogyakarta, Pinurbo, ia kami undang untuk menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Apresiasi Sastra dan Bedah Novel 9 Matahari.
Seminar yang di semula hanya untuk kalangan sendiri, akhirnya berkembang menjadi seminar nasional. Antusias masyarakat begitu besar. Rencana 100 orang membludak menjadi 300an peserta. Kontan saja, 5 laskar ibu, saya dari SMAN 1 Mertoyudan, Bu Prima dari SMATaruna Nusantara, Bu Endah dari SMAN 1 Candimulyo, Bu Tuti dari SMAN 1 Salaman, Bu Harini dari SMAN 1 Bandongan serta 2 bapak, Pak Sugeng dari SMN 1 Kota Mungkid dan Pak Usdiyanto dari SMA Taruna Nusantara langsung menyingsisingkan baju, menyambut antuasiasme guru-guru SMA, SMP, dan SD dari kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo. Alhamdullilah, semua berjalan lancar.
Terima kasih kami sampaikan kepada kepada semua anggota MGMP Bahasa Indonesia-SMA, sahabat-sahabat kami: Pak Herujoto, Pak Supriyanto, Pak Teguh dari SMAN Candiroto, Bu Endang dari SMAN 4 Magelangn, Pak Parjopo dari SMP 13 Magelang, dan semua peserta.
Terima ksih yang sangan spesial kami sampaikan kepada keluarga besar SMA Taruna Nusantara Magelang yang telah membantu terlaksananya Seminar Nasional, memberi fasilitas tempat, tenaga, dan semuanya. Ibu Azizah, terima kasih, maaf kami keluar masuk ruang Ibu, meminjam fasilitas untuk Ibu, termasuk anak buah Ibu. Terima kasih. Terima kasih Pak Us untuk semuanya terutama pengerahan anak buah. Terima kasih yang sangat khusus untuk Kepala SMA Taruna Nusantara.
Terima kasih, tanpa sahabat-sahabat, tanpa bantuan semuanya kami bukan apa-apa
Jumat, 09 Januari 2009
Tahun Baru 2009 di Bali
Merayakan tahun baru 2009 di Bali bersama teman-teman ternyata asyik juga ya... Meski teman-teman banyak yang tertawa cekikikan setelah perayaan malam tahun baru. Bayangannya sih seperti melihat pesta kembang api di Kuta, lihat pesta meriah, banyak turis, banyak orang, berdesakan, meriah. Ternyata hanya pesta kantor di beda lokasi aja! Itu Bu Fat yang pakai sandal Jogger selen, sebelumnya sempat ketakutan ditelor bom. Ha, ha, ha. sempat nggak mau ikut. Mau ngumpet di kamar. E... setelah pesta tahun tahun baru cekikikannya paling panjang. Lucu katanya. (Awas aku bilang pak Antok nanti).
Ini aku berbaju merah, Bu Erlina berbaju putih, Bu Fatonah berkerudung hijau, dan Bu Agnes berkacamata riben. Lumayanlah, kacamata Rp 10.000,00 bisa buat mejeng selama di Bali. Eh... meski kami sudah jadi ibu-ibu gendut, tapi tetap menarik kan? Minimal dibandingkan barong di tengah-tengah kami. Ha, ha, ha, ha. Ini kami berfoto di pintu masuk Garuda Wisnu Kencana. Di GWK kok malah foto dengan barong? Kok nggak foto dengan Garuda atau Wisnu?
Seandainya Aku Menjadi Bupati Magelang
Dalam Lomba Mengarang 5 Bahasa Tingkat kabupaten Magelang, untuk sublomba Mengarang Berbahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, bertema Seandainya Aku Menjadi Bupati Magelang, SMA Negeri 1 Mertoyudan mendapat juara 2 atas nama Rizky Agung Saputra dan juara harapan 1 atas nama Ifa Inayati. Inilah karya siswa yang kubimbing. Semoga dapat menambah wawasan kita.
Masa Kepemimpinanku Nanti
(Rzky Agung Saputra)
Menjadi seorang Bupati mungkin menjadi impian sebagian orang di Indonesia. Memang, itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh sosok yang bisa membawa kabupaten yang menjadi tanggung jawabnya ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Dapat memperbaiki segala sistem, baik dari sistem oragnisasi maupun sistem pelaksanaannya.
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang sebenarnya mempunyai banyak potensi untuk menunjang kemakmuran masyarakat Kabupaten Magelang. Kabupaten yang beribu kota di Kota Mungkid ini mempunyai penduduk yang berjumlah lebih dari 1.169.000 jiwa. Jadi, pastilah Kabupaten Magelang membutuhkan sosok pemimpin yang sangat ideal untuk membawa ke arah yang lebih baik serta sangat memerhatikan kesejahteraan masyarakat.
Andaikan saya menjadi Bupati Magelang, saya akan selalu memperhatikan kesejahteraan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan. Kemudian menggali dan mencari serta mengembangkan segala potensi yang ada di Kabupaten Magelang. Hal yang pertama saya soroti adalah masalah perkonomian di Kabupaten Magelang.
Berdasarkan data dari Kompas, Jumat, 23 Maret 2007, sektor pertanian masih mendominasi perekonomian Kabupaten Magelang. Pada 2005, sektor ini menghasilkan 1,43 triliun rupiah atau 30,82 % dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Lebih dari 70% luas wilayah Kabupaten Magelang difungsikan sebagai lahan pertanian. Kabupaten yang terbentang di lereng lima gunung, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh ini memang cocok untuk bertani. Hasilnya terutama berupa tanaman hortikultura. Magelang menjadi pemasok utama di Jateng untuk ubi jalar, tomat, kacang panjang, ketimun, terong, dan labu siam. Produksi mawar, sedap malam, dan anggreknya juga memasok kebutuhan berbagai kota. Itu membuktikan bahwa Kabupaten Magelang menyimpan potensi yang sangat luar biasa dalam pertanian. Saya akan mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki dengan cara, meningkatkan kesejahteraan petani, serta berusaha membuka koneksi untuk bisa mengekspor hasil pertanian yang Kabupaten ini miliki, tapi tidak lupa, memenuhi kebutuhan pangan daerah terlebih dahulu, baru kemudian mengekspor keluar negeri. Penanaman berbagai variansi tumbuhan lain yang berpotensi juga bisa dilakukan dengan pemanfaatan lahan-lahan kosong milik pemerintah kabupaten Magelang, bekerja sama dengan Dinas Pertanian yang ada. Bahkan bila dimungkinkan bisa dibuka sebuah cagar alam di Kabupaten Magelang. Mengadakan pembinaan terhadap para petani, sehinnga mereka selalu mengetahui perkembangan ilmu pertanian dan bisa menerapkannya dalam proses penanaman tumbuhan yang mereka lakukan, akan meningkatkan kualitas petani serta kualitas tumbuhan yang dihasilkan. Bahkan bukan tidak mungkin, itu akan meningkatkan jumlah pendapatan daerah yang bisa digunakan untuk pembangunan dalam segala bidang. Pemanfaatan lahan kosong juga sangat membantu dalam bidang pertanian. Pembukaan lahan pertanian pada lahan kosong, selain meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja sebagai pengelola dan penggarap lahan pertanian.
Tidak dapat dipungkiri, peternakan dan perikanan di daerah Kabupaten Magelang juga sangat membantu dalam perkembangan perekonomian Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang memiliki beberapa potensi peternakan, antara lain sapi potong, sapi perah, kambing, domba, kerbau, kuda, babi, kelinci, itik, burung puyuh, angsa, ayam buras, ayam petelur, dan ayam pedaging. Menjaga kualitas hewan ternak Kabupaten Magelang sangat perlu dilakukan mengingat banyaknya permintaan dari daerah-daerah seperti Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukoharjo, serta sekitar wilayah Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Potensi perikanan terbagi atas potensi perikanan kolam, sawah dan perairan umum. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) menyebutkan perikanan kolam seluas 250 ha; sawah (mina padi) seluas 38.995 ha dan perairan umum seluas 477 ha.
Di samping sektor pertanian dan peternakan, sektor industri juga bisa dimanfaatkan dalam peningkatan perekonomian Kabupaten Magelang. Tercatat bahwa industri karoseri terbesar di Indonesia ada di Kabupaten Magelang. Selain itu, masih ada berbagai macam industri di Kabupaten Magelang, antara lain industri tekstil, industri payung, industri gelas, serta industri mebel. Masih banyak pula industri-industri kecil maupun menengah (IKM) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Magelang, seperti IKM rambutan goreng di Tempuran, kripik singkong, getuk, tape ketan (Muntilan), jamu tradisional (Sawangan) dan lain-lain. Selain itu juga banyak IKM yang menghasikan kerajinan khas Magelang, seperti kerajinan Cobek Batu (Sawangan). Saya akan berusaha memperhatikan mereka dengan pemberian pinjaman bantuan modal melalui bank daerah. Pelaksanaan seminar industri secara berkala juga pasti akan sangat membantu para pengelola IKM di Kabupaten Magelang.
Industri pertambangan pun sebenarnya bisa menjadi batu loncatan untuk menaikkan perekonomian Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang memiliki potensi bahan galian berupa:
Tras sebanyak 49.220.000 Ton
Tanah Liat sebanyak 2.531.900 M3
Marmer sebanyak 340.000 M3
Andesit sebanyak kurang lebih 58.500.000 Ton
Sirtu sebanyak kurang lebih 33.327 Juta Ton
Oker sebanyak 25.200 Ton
Mangaan sebanyak 600 Ton
(sumber:www.magelangkab.go.id)
Namun yang sudah digali dan memiliki izin resmi hanya penambangan marmer saja. Sedangkan yang lain belum digali. Oleh karena itu, saya akan berusaha sekreatif mungkin untuk menarik investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam proyek penambangan bahan-bahan galian tersebut. Itu benar-benar sangat potensial untuk kemajuan Kabupaten Magelang sendiri, karena tentu akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Magelang. Selain itu makin banyak pula pengangguran yang terserap oleh industri penambangan berbagai bahan galian tersebut.
Kerajinan di Kabupaten Magelang banyak diminati oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Berbagai jenis kerajinan antara lain kerajinan bambu, kerajinan kerang, miniatur candi, topeng, patung kayu, patung batu, dan aneka kerajinan lain dari batu. Kerajinan tersebut merupakan warisan budaya yang telah lama ada di Kabupaten Magelang. Oleh karena itu, butuh penerus yang handal untuk meneruskan kerajinan khas Kabupaten Magelang. Kerajinan tersebut tidak terlepas dari berbagai tempat pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Sebenarnya banyak potensi pariwisata di daerah Kabupaten Magelang, diantaranya hutan rekreasi Jurang Jero, Ketep Pass, air terjun Kedung Kayang, Gardu Pandang Babadan, air terjun Sekarlangit, pemandian air hangat Candi Umbul, taman rekreasi Kalibening, Candi Asu, taman rekreasi Ancol Bligo, air terjun Seloprojo, Curug Sewu, Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi Mendut, Taman Anggrek, dan Museum Seni Widayat. Saya akan lebih memperhatikan masalah pengelolaan tempat wisata, serta peningkatan pelayanan terhadap para wisatawan baik lokal, maupun asing. Saya akan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang terdapat pada tempat pariwisata tersebut, serta terus menghimbau masyarakat sekitar untuk selalu ikut menjaga dan melestarikan tempat pariwisata tersebut. Peninjauan kelayakan fasilitas tempat pariwisata secara berkala, serta pelatihan para tourist guide akan menjadikan Kabupaten Magelang sebagai tujuan pariwisata yang sangat menarik bagi para Wisatawan.
Setelah melakukan berbagai perombakan dalam bidang ekonomi, otomatis terjadi peningkatan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magelang, sehingga saya mempunyai kesempatan untuk terus melakukan perubahan dalam berbagai sektor lain seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, dan pengusahaan penuntasan kemiskinan dan pengangguran, dengan cara memilah-milah berdasarkan intensitas kebutuhan yang memang dibutuhkan dengan menaikkan persentase dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD), dan memangkas persentase kebutuhan yang kurang begitu penting dalam APBD.
Hal yang akan saya perhatikan terlebih dahulu dalam penganggaran APBD adalah pendidikan. Banyaknya penduduk yang tidak bisa menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. Bahkan banyak anak yang terpaksa putus sekolah karena ketidakmampuan orangtua dalam hal pembiayaan. Saya akan mengusahakan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) secara efektif kepada semua sekolah yang membutuhkan. Serta pengusahaan penganggaran untuk pemberian beasiswa kepada anak yang memang kurang mampu, akan tetapi sangat berpotensi. Pemberantasan buta huruf juga akan saya tegakkan. Peningkatan mutu pendidikan juga bisa dilakukan dengan cara selalu memfasilitasi para pelajar yang haus akan informasi. Misalnya dengan penambahan buku-buku perpustakaan secara berkala, bahkan bisa dilakukan dengan pendirian warung internet gratis, maupun hotspot area yang memang dikhususkan untuk para pelaja Kabupaten Magelang. Sebagai wujud penghargaan, kita bisa memberi penghargaan khusus kepada para pelajar yang mampu berprestasi dalam hal akademik maupun non akademik dalam tingkat propinsi, nasional, bahkan internasional, yang tentunya akan mengangkat nama Kabupaten Magelang. Pasti itu akan memicu serta memotivasi para pelajar yang lain untuk terus berprestasi demi membawa nama Kabupaten Magelang. Selain perhatian untuk para pelajar, para pengajar saya rasa juga perlu diperhatikan. Seperti istilah dalam bahasa Jawa bahwa guru itu digugu lan ditiru, yang berarti bahwa guru itu dianut dan senantiasa dijadikan contoh. Peningkatan kualitas guru akan saya galakkan dengan cara mengadakan pertemuan antar guru dari berbagai sekolah diwilayah Kabupaten Magelang untuk bisa saling bertukar ide mengenai tata cara pembelajaran yang efektif di sekolah. Pelaksanaan studi banding ke sekolah lain juga bisa dilaksanakan secara berkala. Pertukaran pelajar juga bisa menjadi sarana pengembangan diri siswa di Kabupaten Magelang. Dengan diadakannya pertukaran pelajar, siswa mampu mengambil kelebihan sekolah lain, kemudian bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat di sekolah mereka di Kabupaten Magelang. Saya menyadari peran saya sebagai Bupati, saya ikut terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran para generasi penerus Kabupaten Magelang. Jika proses pendidikan sejak awal sampai akhir berjalan dengan baik, tentu akan menunjang kemampuan dan kualitas lulusan yang dihasilkan. Sehingga diperolehlah sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing baik dalam kancah nasional, maupun internasional, yang bisa membawa angin segar perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi wilayah Kabupaten Magelang.
Yang kedua, saya akan memerhatikan masalah kesehatan. Kesehatan merupakan faktor yang paling penting dalam setiap aspek kegiatan yang kita lakukan. Banyak masyarakat miskin yang mengalami kesulitan dalam pengobatan masalah kesehatan. Kesulitan dalam hal pembiayaan lebih tepatnya. Program bantuan Askeskin memang sebenarnya sudah cukup membantu, tetapi alangkah lebih baik dilakukan pula upaya preventif untuk mencegah berbagai macam penyakit menyerang warga Kabupaten Magelang. Langkah ini dapat diwujudkan dengan cara imunisasi rutin gratis untuk anak balita, penyuntikan vaksin terhadap anak balita, penggalakan pola hidup sehat dalam masyarakat, menyediakan tempat konsultasi kesehatan gratis untuk para warga yang kurang mampu, serta pelaksanaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, terutama masyrakat yang tinggal di daerah rawan penyakit. Penyakit yang justru sangat mengancam golongan muda sekarang adalah HIV/AIDS. Saya tidak akan lepas perhatian dari itu. Sebenarnya penyakit itu tidak akan terjadi jika kita sudah melakukan pembinaan fisik dan mental para golongan muda Kabupaten Magelang. Seperti melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah tentang bahaya narkoba dan seks bebas yang bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS, Mengaktifkan kegiatan-kegiatan lain yang sebenarnya sangat membantu para pemuda untuk menyalurkan hobinya. Seperti pendirian sekolah bakat, pembukaan tempat latihan beladiri, skateboarding, dan usaha untuk memfasilitasi para pemuda untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk menghindarkan mereka dari bahaya laten penyakit HIV/AIDS. Pemberian sanksi tegas setelah upaya preventif kepada masyarakat yang ketahuan melakukan hubungan seks bebas, serta pemakai dan pengguna narkoba, akan menimbulkan efek jera kepada mereka, maupun efek takut bagi siapa saja yang ingin melakukan seks bebas dan menggunakan narkoba. Asap rokok juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat Kabupaten Magelang. Saya akan melakukan pembagian wilayah untuk digunakan sebagai smoking area bagi para perokok, sehingga tidak akan mengganggu masyarakat lain. Mewajibkan setiap bangunan kecuali rumah, untuk selalu menyediakan smoking room, serta usulan pembuatan peraturan daerah (PERDA) tentang larangan merokok ditempat umum, seperti yang sudah dilakukan dilakukan dikota maupun kabupaten lain. Untuk pengendalian emisi gas buang kendaraan saya akan mentapkan batas maksimal emisi gas kendaraan. Pengukuran kadar emisi gas buang dapat dilakukan di bengkel-bengkel yang telah ditunjuk pemerintah sebagai agen resmi pengukur emisi gas buang kendaraan bermotor. Saya juga akan mengusahakan pembuatan tempat khusus pembuangan limbah pabrik cair. Sehingga tidak dibuang ke sungai-sungai yang dekat dengan pabrik-pabrik tersebut. Untuk limbah gas pabrik, dapat dikurangi dengan upaya filtrasi untuk mengurangi kadar gas beracun dalam limbah tersebut. Sehingga probabilitas masyarakat terkena penyakit gangguan pernafasan menjadi sedikit.
Pengolahan sampah juga akan sangat saya perhatikan. Program daur ulang sampah saya rasa merupakan suatu hal yang sangat cocok dilakukan untuk menghindari penimbunan sampah. Diadakannya pelatihan pemanfaatan sampah untuk disulap menjadi barang kebutuhan sehari-hari akan sangat mengurangi proses penumpukan sampah di Kabbupaten Magelang. Disamping itu, akan saya lakukan upaya konversi dari kantong plastik menjadi kantong kertas. Sehingga tidak akan turut menyumbang dalam proses pemanasan global, karena kertas pada nyatanya jauh lebih mudah diuraikan daripada kantong plastik. Itu akan menjadikan Kabupaten Magelang sebagai daerah percontohan untuk penggunaan kantong kertas.
Yang ketiga, saya akan mempercepat pembangunan infrastruktur dalam berbagai bidang, terutama jalan raya. Banyak daerah di wilayah Kabupaten Magelang yang masih sulit aksesnya. Banyak jalan didesa-desa yang belum di aspal, itu menyebabkan warga mengalami kesulitan dalam akses ke luar desanya.Apalagi jika turun hujan, itu pasti sangat menyusahkan para warga. Pengaspalan ulang jalan yang sudah berlubang sngat perlu saya lakukan, mengingat Kabupaten Magelang merupakan lokasi yang strategis, sehingga digunakan untuk jalur transportasi antar kota antar propinsi. Sehingga butuh perhatian khusus terhadap jalan raya utama. Pembangunan dalam hal lain juga akan saya lakukan. Contohnya pembangunan gedung sekolah, yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Itu akan sangat menunjang dalam bidang pendidikan. Pembangunan fasilitas-fasilitas umum seperti toilet umum, serta sarana mandi cuci kakus (MCK) juga sangat mendesak. Pengaturan tata letak juga akan sangat saya perhatikan supaya para wisatawan memandang Kabupaten Magelang sebagai kabupaten yang indah. Dan tentu saja, itu semua perlu dukungan dati masyarakat, serta kepedulian mereka terhadap perawatan lingkungan.
Kemudian, masalah selanjutnya yang harus saya perhatikan adalah masalah pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Magelang. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, saya akan berusaha membuka lapangan kerja yang mampu menyerap banyak pengangguran. Seperti membuka pertambangan bahan galian yang sampai saat ini belum tereksplorasi dengan cara mencari investor yang mau mengerjakan proyek tersebut. Mendirikan balai pelatihan kerja diberbagai daerah di Kabupaten Magelang, sehingga lulusan balai pelatihan kerja mempunyai kemampuan untuk membuka usaha yang mereka inginkan, dengan pinjaman modal dari bank daerah. Serta menggiatkan IKM yang menyumbang cukup besar dalam pendapatan asli daerah. Membuka peluang-peluang usaha kewiraswastaan bagi masyarakat Kabupaten Magelang, serta mendirikan sentra-sentra perdagangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha lokal daerah. Melakukan penjaringan terhadap para gelandangan, kemudian melakukan pembinaan terhadap para gelandangan, sehingga mereka siap untuk bekerja. Itu semua pasti akan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah Kabupaten Magelang. Pelaksanaan job fair dalam hal ini, juga sangat membantu upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Dalam setiap rekruitmen kerja, diusahakan untuk setiap Perseroan Terbatas (PT), Firma, maupun perusahaan-perusahaan lainnya untuk mengutamakan pura daerah untuk dijadikan karyawan perusahaan tersebut. Peningkatan kesejahteraan pegawai negeri juga perlu diperhatikan, mengingat pegawai negeri adalah pegawai pilihan pemerintah. Sedangkan untuk menuntaskan kemiskinanan, saya akan melakukan kompromi dengan pihak-pihak terkait untuk menaikkan nilai upah minimum regional (UMR), sehingga masyarakat Kabupaten Magelang tetap berminat untuk mencari pekerjaan disekitar wilayah Kabupaten Magelang, dan tidak memutuskan melakukan migrasi ke daerah-daerah lain untuk mencari kerja.
Kemudian masalah tata letak Kabupaten Magelang. Pertama saya akan mengatur penempatan pedagang kaki lima (PKL) supaya terlihat lebih rapi. Pemindahan lokasi PKL dari tempat yang sudah sangat ramai akan mewujudkan lingkungan yang rapi. Dengan catatan, melakukan prosedur pemindahan PKL dengan prosedur yang ada. Pamong Praja akan sangat berperan dalam hal ini. Jika Pamong Praja mampu mengubah image-nya menjadi lebih bersahabat dengan masyarakat, tentu bukan tidak mungkin proses pemindahan PKL akan lebih lancar, dengan catatan lokasi baru untuk para PKL tetap sama potensi penjualan bagi para PKL tersebut, sehingga tidak menimbulkan rasa kecewa para PKL kepada pemerintah daerah. Pemanfaatan lahan-lahan kosong yang sangat potensial akan saya lakukan juga. Lahan kosong itu bisa digunakan untuk lahan pertanian oleh para petani di wilayah Kabupaten Magelang, pendirian sentra-sentra perdagangan, pendirian fasilitas-fasilitas umum. Pembukaan industri kerajinan pada lahan-lahan kosong tersebut juga akan sangat membantu keindahan Kabupaten Magelang. Tentunya masyarakat juga harus ikut andil dalam hal pemeliharaan fasilitas-fasilitas umum tersebut.
Masalah transportasi tidak akan saya lupakan. Penggunaan kendaraan bermotor pribadi saat ini cenderung sudah seperti gaya hidup. Hampir setiap warga mempunyai kendaraan pribadinya sendiri, baik itu berupa mobil maupun motor. Itu akan sangat menyebabkan kemacetan pada saat-saat jam sibuk, seperti pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Pemanfaatan transportasi umum akan saya efektifkan kembali. Dengan memberi contoh kepada masyarakat dengan menggunakan kendaraan umum selama bepergian menggunakan kendaraan umum disekitar Kabupaten Magelang. Pengaturan angka kelahiran dan kematian juga sangat perlu diperhatikan. Meledaknya angka kelahiran bisa dicegah dengan penegakkan kembali peraturan tentang pernikahan. Pencegahan seks bebas yang bisa meningkatkan meledaknya angka kelahiran di Kabupaten Magelang, bahkan bisa meningkatkan jumlah angka kematian pada bayi, mengingat kemungkinan adanya para ibu muda yang enggan melahirkan bayinya, sehingga mereka terpaksa menggugurkan kandungannya. Itu bisa dicegah dengan pendidikan seks sejak dini. Peran orangtua dan guru dalam hal ini menjadi sangat penting, ditambah dengan digalakkannya penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya seks bebas dan narkoba kepada sekolah-sekolah di lingkungan Kabupaten Magelang.
Jika semua hal itu sudah bisa diwujudkan, saya yakin kesejahteraan masyarakat akan meningkat seiring berjalannya waktu. Peranan masyarakat Kabupaten Magelang dalam pembangunan di segala bidang, turut menentukan cepat lambatnya perkembangan Kabupaten Magelang.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Menjadi seorang Bupati mungkin menjadi impian sebagian orang di Indonesia. Memang, itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh sosok yang bisa membawa kabupaten yang menjadi tanggung jawabnya ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Dapat memperbaiki segala sistem, baik dari sistem oragnisasi maupun sistem pelaksanaannya.
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang sebenarnya mempunyai banyak potensi untuk menunjang kemakmuran masyarakat Kabupaten Magelang. Kabupaten yang beribu kota di Kota Mungkid ini mempunyai penduduk yang berjumlah lebih dari 1.169.000 jiwa. Jadi, pastilah Kabupaten Magelang membutuhkan sosok pemimpin yang sangat ideal untuk membawa ke arah yang lebih baik serta sangat memerhatikan kesejahteraan masyarakat.
Andaikan saya menjadi Bupati Magelang, saya akan selalu memperhatikan kesejahteraan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan. Kemudian menggali dan mencari serta mengembangkan segala potensi yang ada di Kabupaten Magelang. Hal yang pertama saya soroti adalah masalah perkonomian di Kabupaten Magelang.
Berdasarkan data dari Kompas, Jumat, 23 Maret 2007, sektor pertanian masih mendominasi perekonomian Kabupaten Magelang. Pada 2005, sektor ini menghasilkan 1,43 triliun rupiah atau 30,82 % dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Lebih dari 70% luas wilayah Kabupaten Magelang difungsikan sebagai lahan pertanian. Kabupaten yang terbentang di lereng lima gunung, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh ini memang cocok untuk bertani. Hasilnya terutama berupa tanaman hortikultura. Magelang menjadi pemasok utama di Jateng untuk ubi jalar, tomat, kacang panjang, ketimun, terong, dan labu siam. Produksi mawar, sedap malam, dan anggreknya juga memasok kebutuhan berbagai kota. Itu membuktikan bahwa Kabupaten Magelang menyimpan potensi yang sangat luar biasa dalam pertanian. Saya akan mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki dengan cara, meningkatkan kesejahteraan petani, serta berusaha membuka koneksi untuk bisa mengekspor hasil pertanian yang Kabupaten ini miliki, tapi tidak lupa, memenuhi kebutuhan pangan daerah terlebih dahulu, baru kemudian mengekspor keluar negeri. Penanaman berbagai variansi tumbuhan lain yang berpotensi juga bisa dilakukan dengan pemanfaatan lahan-lahan kosong milik pemerintah kabupaten Magelang, bekerja sama dengan Dinas Pertanian yang ada. Bahkan bila dimungkinkan bisa dibuka sebuah cagar alam di Kabupaten Magelang. Mengadakan pembinaan terhadap para petani, sehinnga mereka selalu mengetahui perkembangan ilmu pertanian dan bisa menerapkannya dalam proses penanaman tumbuhan yang mereka lakukan, akan meningkatkan kualitas petani serta kualitas tumbuhan yang dihasilkan. Bahkan bukan tidak mungkin, itu akan meningkatkan jumlah pendapatan daerah yang bisa digunakan untuk pembangunan dalam segala bidang. Pemanfaatan lahan kosong juga sangat membantu dalam bidang pertanian. Pembukaan lahan pertanian pada lahan kosong, selain meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja sebagai pengelola dan penggarap lahan pertanian.
Tidak dapat dipungkiri, peternakan dan perikanan di daerah Kabupaten Magelang juga sangat membantu dalam perkembangan perekonomian Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang memiliki beberapa potensi peternakan, antara lain sapi potong, sapi perah, kambing, domba, kerbau, kuda, babi, kelinci, itik, burung puyuh, angsa, ayam buras, ayam petelur, dan ayam pedaging. Menjaga kualitas hewan ternak Kabupaten Magelang sangat perlu dilakukan mengingat banyaknya permintaan dari daerah-daerah seperti Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukoharjo, serta sekitar wilayah Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Potensi perikanan terbagi atas potensi perikanan kolam, sawah dan perairan umum. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) menyebutkan perikanan kolam seluas 250 ha; sawah (mina padi) seluas 38.995 ha dan perairan umum seluas 477 ha.
Di samping sektor pertanian dan peternakan, sektor industri juga bisa dimanfaatkan dalam peningkatan perekonomian Kabupaten Magelang. Tercatat bahwa industri karoseri terbesar di Indonesia ada di Kabupaten Magelang. Selain itu, masih ada berbagai macam industri di Kabupaten Magelang, antara lain industri tekstil, industri payung, industri gelas, serta industri mebel. Masih banyak pula industri-industri kecil maupun menengah (IKM) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Magelang, seperti IKM rambutan goreng di Tempuran, kripik singkong, getuk, tape ketan (Muntilan), jamu tradisional (Sawangan) dan lain-lain. Selain itu juga banyak IKM yang menghasikan kerajinan khas Magelang, seperti kerajinan Cobek Batu (Sawangan). Saya akan berusaha memperhatikan mereka dengan pemberian pinjaman bantuan modal melalui bank daerah. Pelaksanaan seminar industri secara berkala juga pasti akan sangat membantu para pengelola IKM di Kabupaten Magelang.
Industri pertambangan pun sebenarnya bisa menjadi batu loncatan untuk menaikkan perekonomian Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang memiliki potensi bahan galian berupa:
Tras sebanyak 49.220.000 Ton
Tanah Liat sebanyak 2.531.900 M3
Marmer sebanyak 340.000 M3
Andesit sebanyak kurang lebih 58.500.000 Ton
Sirtu sebanyak kurang lebih 33.327 Juta Ton
Oker sebanyak 25.200 Ton
Mangaan sebanyak 600 Ton
(sumber:www.magelangkab.go.id)
Namun yang sudah digali dan memiliki izin resmi hanya penambangan marmer saja. Sedangkan yang lain belum digali. Oleh karena itu, saya akan berusaha sekreatif mungkin untuk menarik investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam proyek penambangan bahan-bahan galian tersebut. Itu benar-benar sangat potensial untuk kemajuan Kabupaten Magelang sendiri, karena tentu akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Magelang. Selain itu makin banyak pula pengangguran yang terserap oleh industri penambangan berbagai bahan galian tersebut.
Kerajinan di Kabupaten Magelang banyak diminati oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Berbagai jenis kerajinan antara lain kerajinan bambu, kerajinan kerang, miniatur candi, topeng, patung kayu, patung batu, dan aneka kerajinan lain dari batu. Kerajinan tersebut merupakan warisan budaya yang telah lama ada di Kabupaten Magelang. Oleh karena itu, butuh penerus yang handal untuk meneruskan kerajinan khas Kabupaten Magelang. Kerajinan tersebut tidak terlepas dari berbagai tempat pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Sebenarnya banyak potensi pariwisata di daerah Kabupaten Magelang, diantaranya hutan rekreasi Jurang Jero, Ketep Pass, air terjun Kedung Kayang, Gardu Pandang Babadan, air terjun Sekarlangit, pemandian air hangat Candi Umbul, taman rekreasi Kalibening, Candi Asu, taman rekreasi Ancol Bligo, air terjun Seloprojo, Curug Sewu, Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi Mendut, Taman Anggrek, dan Museum Seni Widayat. Saya akan lebih memperhatikan masalah pengelolaan tempat wisata, serta peningkatan pelayanan terhadap para wisatawan baik lokal, maupun asing. Saya akan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang terdapat pada tempat pariwisata tersebut, serta terus menghimbau masyarakat sekitar untuk selalu ikut menjaga dan melestarikan tempat pariwisata tersebut. Peninjauan kelayakan fasilitas tempat pariwisata secara berkala, serta pelatihan para tourist guide akan menjadikan Kabupaten Magelang sebagai tujuan pariwisata yang sangat menarik bagi para Wisatawan.
Setelah melakukan berbagai perombakan dalam bidang ekonomi, otomatis terjadi peningkatan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magelang, sehingga saya mempunyai kesempatan untuk terus melakukan perubahan dalam berbagai sektor lain seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, dan pengusahaan penuntasan kemiskinan dan pengangguran, dengan cara memilah-milah berdasarkan intensitas kebutuhan yang memang dibutuhkan dengan menaikkan persentase dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD), dan memangkas persentase kebutuhan yang kurang begitu penting dalam APBD.
Hal yang akan saya perhatikan terlebih dahulu dalam penganggaran APBD adalah pendidikan. Banyaknya penduduk yang tidak bisa menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. Bahkan banyak anak yang terpaksa putus sekolah karena ketidakmampuan orangtua dalam hal pembiayaan. Saya akan mengusahakan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) secara efektif kepada semua sekolah yang membutuhkan. Serta pengusahaan penganggaran untuk pemberian beasiswa kepada anak yang memang kurang mampu, akan tetapi sangat berpotensi. Pemberantasan buta huruf juga akan saya tegakkan. Peningkatan mutu pendidikan juga bisa dilakukan dengan cara selalu memfasilitasi para pelajar yang haus akan informasi. Misalnya dengan penambahan buku-buku perpustakaan secara berkala, bahkan bisa dilakukan dengan pendirian warung internet gratis, maupun hotspot area yang memang dikhususkan untuk para pelaja Kabupaten Magelang. Sebagai wujud penghargaan, kita bisa memberi penghargaan khusus kepada para pelajar yang mampu berprestasi dalam hal akademik maupun non akademik dalam tingkat propinsi, nasional, bahkan internasional, yang tentunya akan mengangkat nama Kabupaten Magelang. Pasti itu akan memicu serta memotivasi para pelajar yang lain untuk terus berprestasi demi membawa nama Kabupaten Magelang. Selain perhatian untuk para pelajar, para pengajar saya rasa juga perlu diperhatikan. Seperti istilah dalam bahasa Jawa bahwa guru itu digugu lan ditiru, yang berarti bahwa guru itu dianut dan senantiasa dijadikan contoh. Peningkatan kualitas guru akan saya galakkan dengan cara mengadakan pertemuan antar guru dari berbagai sekolah diwilayah Kabupaten Magelang untuk bisa saling bertukar ide mengenai tata cara pembelajaran yang efektif di sekolah. Pelaksanaan studi banding ke sekolah lain juga bisa dilaksanakan secara berkala. Pertukaran pelajar juga bisa menjadi sarana pengembangan diri siswa di Kabupaten Magelang. Dengan diadakannya pertukaran pelajar, siswa mampu mengambil kelebihan sekolah lain, kemudian bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat di sekolah mereka di Kabupaten Magelang. Saya menyadari peran saya sebagai Bupati, saya ikut terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran para generasi penerus Kabupaten Magelang. Jika proses pendidikan sejak awal sampai akhir berjalan dengan baik, tentu akan menunjang kemampuan dan kualitas lulusan yang dihasilkan. Sehingga diperolehlah sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing baik dalam kancah nasional, maupun internasional, yang bisa membawa angin segar perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi wilayah Kabupaten Magelang.
Yang kedua, saya akan memerhatikan masalah kesehatan. Kesehatan merupakan faktor yang paling penting dalam setiap aspek kegiatan yang kita lakukan. Banyak masyarakat miskin yang mengalami kesulitan dalam pengobatan masalah kesehatan. Kesulitan dalam hal pembiayaan lebih tepatnya. Program bantuan Askeskin memang sebenarnya sudah cukup membantu, tetapi alangkah lebih baik dilakukan pula upaya preventif untuk mencegah berbagai macam penyakit menyerang warga Kabupaten Magelang. Langkah ini dapat diwujudkan dengan cara imunisasi rutin gratis untuk anak balita, penyuntikan vaksin terhadap anak balita, penggalakan pola hidup sehat dalam masyarakat, menyediakan tempat konsultasi kesehatan gratis untuk para warga yang kurang mampu, serta pelaksanaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, terutama masyrakat yang tinggal di daerah rawan penyakit. Penyakit yang justru sangat mengancam golongan muda sekarang adalah HIV/AIDS. Saya tidak akan lepas perhatian dari itu. Sebenarnya penyakit itu tidak akan terjadi jika kita sudah melakukan pembinaan fisik dan mental para golongan muda Kabupaten Magelang. Seperti melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah tentang bahaya narkoba dan seks bebas yang bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS, Mengaktifkan kegiatan-kegiatan lain yang sebenarnya sangat membantu para pemuda untuk menyalurkan hobinya. Seperti pendirian sekolah bakat, pembukaan tempat latihan beladiri, skateboarding, dan usaha untuk memfasilitasi para pemuda untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk menghindarkan mereka dari bahaya laten penyakit HIV/AIDS. Pemberian sanksi tegas setelah upaya preventif kepada masyarakat yang ketahuan melakukan hubungan seks bebas, serta pemakai dan pengguna narkoba, akan menimbulkan efek jera kepada mereka, maupun efek takut bagi siapa saja yang ingin melakukan seks bebas dan menggunakan narkoba. Asap rokok juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat Kabupaten Magelang. Saya akan melakukan pembagian wilayah untuk digunakan sebagai smoking area bagi para perokok, sehingga tidak akan mengganggu masyarakat lain. Mewajibkan setiap bangunan kecuali rumah, untuk selalu menyediakan smoking room, serta usulan pembuatan peraturan daerah (PERDA) tentang larangan merokok ditempat umum, seperti yang sudah dilakukan dilakukan dikota maupun kabupaten lain. Untuk pengendalian emisi gas buang kendaraan saya akan mentapkan batas maksimal emisi gas kendaraan. Pengukuran kadar emisi gas buang dapat dilakukan di bengkel-bengkel yang telah ditunjuk pemerintah sebagai agen resmi pengukur emisi gas buang kendaraan bermotor. Saya juga akan mengusahakan pembuatan tempat khusus pembuangan limbah pabrik cair. Sehingga tidak dibuang ke sungai-sungai yang dekat dengan pabrik-pabrik tersebut. Untuk limbah gas pabrik, dapat dikurangi dengan upaya filtrasi untuk mengurangi kadar gas beracun dalam limbah tersebut. Sehingga probabilitas masyarakat terkena penyakit gangguan pernafasan menjadi sedikit.
Pengolahan sampah juga akan sangat saya perhatikan. Program daur ulang sampah saya rasa merupakan suatu hal yang sangat cocok dilakukan untuk menghindari penimbunan sampah. Diadakannya pelatihan pemanfaatan sampah untuk disulap menjadi barang kebutuhan sehari-hari akan sangat mengurangi proses penumpukan sampah di Kabbupaten Magelang. Disamping itu, akan saya lakukan upaya konversi dari kantong plastik menjadi kantong kertas. Sehingga tidak akan turut menyumbang dalam proses pemanasan global, karena kertas pada nyatanya jauh lebih mudah diuraikan daripada kantong plastik. Itu akan menjadikan Kabupaten Magelang sebagai daerah percontohan untuk penggunaan kantong kertas.
Yang ketiga, saya akan mempercepat pembangunan infrastruktur dalam berbagai bidang, terutama jalan raya. Banyak daerah di wilayah Kabupaten Magelang yang masih sulit aksesnya. Banyak jalan didesa-desa yang belum di aspal, itu menyebabkan warga mengalami kesulitan dalam akses ke luar desanya.Apalagi jika turun hujan, itu pasti sangat menyusahkan para warga. Pengaspalan ulang jalan yang sudah berlubang sngat perlu saya lakukan, mengingat Kabupaten Magelang merupakan lokasi yang strategis, sehingga digunakan untuk jalur transportasi antar kota antar propinsi. Sehingga butuh perhatian khusus terhadap jalan raya utama. Pembangunan dalam hal lain juga akan saya lakukan. Contohnya pembangunan gedung sekolah, yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Itu akan sangat menunjang dalam bidang pendidikan. Pembangunan fasilitas-fasilitas umum seperti toilet umum, serta sarana mandi cuci kakus (MCK) juga sangat mendesak. Pengaturan tata letak juga akan sangat saya perhatikan supaya para wisatawan memandang Kabupaten Magelang sebagai kabupaten yang indah. Dan tentu saja, itu semua perlu dukungan dati masyarakat, serta kepedulian mereka terhadap perawatan lingkungan.
Kemudian, masalah selanjutnya yang harus saya perhatikan adalah masalah pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Magelang. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, saya akan berusaha membuka lapangan kerja yang mampu menyerap banyak pengangguran. Seperti membuka pertambangan bahan galian yang sampai saat ini belum tereksplorasi dengan cara mencari investor yang mau mengerjakan proyek tersebut. Mendirikan balai pelatihan kerja diberbagai daerah di Kabupaten Magelang, sehingga lulusan balai pelatihan kerja mempunyai kemampuan untuk membuka usaha yang mereka inginkan, dengan pinjaman modal dari bank daerah. Serta menggiatkan IKM yang menyumbang cukup besar dalam pendapatan asli daerah. Membuka peluang-peluang usaha kewiraswastaan bagi masyarakat Kabupaten Magelang, serta mendirikan sentra-sentra perdagangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha lokal daerah. Melakukan penjaringan terhadap para gelandangan, kemudian melakukan pembinaan terhadap para gelandangan, sehingga mereka siap untuk bekerja. Itu semua pasti akan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah Kabupaten Magelang. Pelaksanaan job fair dalam hal ini, juga sangat membantu upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Dalam setiap rekruitmen kerja, diusahakan untuk setiap Perseroan Terbatas (PT), Firma, maupun perusahaan-perusahaan lainnya untuk mengutamakan pura daerah untuk dijadikan karyawan perusahaan tersebut. Peningkatan kesejahteraan pegawai negeri juga perlu diperhatikan, mengingat pegawai negeri adalah pegawai pilihan pemerintah. Sedangkan untuk menuntaskan kemiskinanan, saya akan melakukan kompromi dengan pihak-pihak terkait untuk menaikkan nilai upah minimum regional (UMR), sehingga masyarakat Kabupaten Magelang tetap berminat untuk mencari pekerjaan disekitar wilayah Kabupaten Magelang, dan tidak memutuskan melakukan migrasi ke daerah-daerah lain untuk mencari kerja.
Kemudian masalah tata letak Kabupaten Magelang. Pertama saya akan mengatur penempatan pedagang kaki lima (PKL) supaya terlihat lebih rapi. Pemindahan lokasi PKL dari tempat yang sudah sangat ramai akan mewujudkan lingkungan yang rapi. Dengan catatan, melakukan prosedur pemindahan PKL dengan prosedur yang ada. Pamong Praja akan sangat berperan dalam hal ini. Jika Pamong Praja mampu mengubah image-nya menjadi lebih bersahabat dengan masyarakat, tentu bukan tidak mungkin proses pemindahan PKL akan lebih lancar, dengan catatan lokasi baru untuk para PKL tetap sama potensi penjualan bagi para PKL tersebut, sehingga tidak menimbulkan rasa kecewa para PKL kepada pemerintah daerah. Pemanfaatan lahan-lahan kosong yang sangat potensial akan saya lakukan juga. Lahan kosong itu bisa digunakan untuk lahan pertanian oleh para petani di wilayah Kabupaten Magelang, pendirian sentra-sentra perdagangan, pendirian fasilitas-fasilitas umum. Pembukaan industri kerajinan pada lahan-lahan kosong tersebut juga akan sangat membantu keindahan Kabupaten Magelang. Tentunya masyarakat juga harus ikut andil dalam hal pemeliharaan fasilitas-fasilitas umum tersebut.
Masalah transportasi tidak akan saya lupakan. Penggunaan kendaraan bermotor pribadi saat ini cenderung sudah seperti gaya hidup. Hampir setiap warga mempunyai kendaraan pribadinya sendiri, baik itu berupa mobil maupun motor. Itu akan sangat menyebabkan kemacetan pada saat-saat jam sibuk, seperti pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Pemanfaatan transportasi umum akan saya efektifkan kembali. Dengan memberi contoh kepada masyarakat dengan menggunakan kendaraan umum selama bepergian menggunakan kendaraan umum disekitar Kabupaten Magelang. Pengaturan angka kelahiran dan kematian juga sangat perlu diperhatikan. Meledaknya angka kelahiran bisa dicegah dengan penegakkan kembali peraturan tentang pernikahan. Pencegahan seks bebas yang bisa meningkatkan meledaknya angka kelahiran di Kabupaten Magelang, bahkan bisa meningkatkan jumlah angka kematian pada bayi, mengingat kemungkinan adanya para ibu muda yang enggan melahirkan bayinya, sehingga mereka terpaksa menggugurkan kandungannya. Itu bisa dicegah dengan pendidikan seks sejak dini. Peran orangtua dan guru dalam hal ini menjadi sangat penting, ditambah dengan digalakkannya penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya seks bebas dan narkoba kepada sekolah-sekolah di lingkungan Kabupaten Magelang.
Jika semua hal itu sudah bisa diwujudkan, saya yakin kesejahteraan masyarakat akan meningkat seiring berjalannya waktu. Peranan masyarakat Kabupaten Magelang dalam pembangunan di segala bidang, turut menentukan cepat lambatnya perkembangan Kabupaten Magelang.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Sabtu, 13 Desember 2008
PINK
Pink
Pink. Dan selalu pink.
Bukan karena Valentin.
Aku tak pernah merayakan valentine.
Entah sengaja atau tidak sengaja,
setiap aku memilih warna selalu tertuju pada warna pink.
Belasan bajuku berwarna pink. Dompet, tas, sandal berwarna pink.
Perabot rumah tangga, taplak meja, gorden, sprei, semua pink.
Tembok, kamar mandi, dapur, teras juga pink.
Sssssssttttt, bahkan pakaian dalam
pun berwarna pink.
Lama-lama suami dan anak-anakku bilang.”Kayak nggak ada warnalain aja! Di mana-mana warna pink!” kata mereka. Iya juga sih! Isi rumahku
serba pink. Ternyata warna lain juga bagus. Hijau dan biru
juga bagus. Lalu mulailah pink dan hijau mewarnai
rumahku. Lebih berwarna.Ada variasi.
Namun pink tetap jadi
yang utama.
Grup band Ungu,
aku suka banget. Tapi warna ungu
merupakan pilihan terakhir, artinya kalau tidak ada
warna lain, adanya cuma ungu, misalnya seragam, baru kupilih.
Pokoknya warna palingtidak favorit deh! Kupikir pink dan ungu merupakan warna yang berdekatan. Satu kusuka dan satunya tak kusuka. Seperti
halnya hidup ini sesuatu yang disuka dan tak disuka sangat
berdekatan. Seperti kata Y.B. Mangun Wijaya itu lo!
Tetapi aku juga wajib bertoleransi.
Ketika beberapa sisi
Tembok rumahku dicat ungu, aku oke saja.
Biar rumahku kaya warna.
Dan yang penting kami berlima
nyaman di rumah. Home sweet home, gitu.
Yah.... meski rumah kami sangat sederhana, di kampung Kebonagung Wetan,
Jogomulyo, Tempuran, Magelang, (he, he,he… ndeso banget ya?)
belum berpagar, dekat kebun, yang penting kami selalu
merindukandan selalu merindukan. Berada
di rumah bersama keluarga,
ooooooo sunguh
nyaman.
Duduk di teras samping rumah sambil
mendengarkan nyanyian burung yang hinggap
di pepohonan di sekitar rumah.
Warna, sarat makna.
Setiap orang memiliki warna favorit. Apakah warna favorit Anda?
Pink. Dan selalu pink.
Bukan karena Valentin.
Aku tak pernah merayakan valentine.
Entah sengaja atau tidak sengaja,
setiap aku memilih warna selalu tertuju pada warna pink.
Belasan bajuku berwarna pink. Dompet, tas, sandal berwarna pink.
Perabot rumah tangga, taplak meja, gorden, sprei, semua pink.
Tembok, kamar mandi, dapur, teras juga pink.
Sssssssttttt, bahkan pakaian dalam
pun berwarna pink.
Lama-lama suami dan anak-anakku bilang.”Kayak nggak ada warnalain aja! Di mana-mana warna pink!” kata mereka. Iya juga sih! Isi rumahku
serba pink. Ternyata warna lain juga bagus. Hijau dan biru
juga bagus. Lalu mulailah pink dan hijau mewarnai
rumahku. Lebih berwarna.Ada variasi.
Namun pink tetap jadi
yang utama.
Grup band Ungu,
aku suka banget. Tapi warna ungu
merupakan pilihan terakhir, artinya kalau tidak ada
warna lain, adanya cuma ungu, misalnya seragam, baru kupilih.
Pokoknya warna palingtidak favorit deh! Kupikir pink dan ungu merupakan warna yang berdekatan. Satu kusuka dan satunya tak kusuka. Seperti
halnya hidup ini sesuatu yang disuka dan tak disuka sangat
berdekatan. Seperti kata Y.B. Mangun Wijaya itu lo!
Tetapi aku juga wajib bertoleransi.
Ketika beberapa sisi
Tembok rumahku dicat ungu, aku oke saja.
Biar rumahku kaya warna.
Dan yang penting kami berlima
nyaman di rumah. Home sweet home, gitu.
Yah.... meski rumah kami sangat sederhana, di kampung Kebonagung Wetan,
Jogomulyo, Tempuran, Magelang, (he, he,he… ndeso banget ya?)
belum berpagar, dekat kebun, yang penting kami selalu
merindukandan selalu merindukan. Berada
di rumah bersama keluarga,
ooooooo sunguh
nyaman.
Duduk di teras samping rumah sambil
mendengarkan nyanyian burung yang hinggap
di pepohonan di sekitar rumah.
Warna, sarat makna.
Setiap orang memiliki warna favorit. Apakah warna favorit Anda?
Rabu, 03 Desember 2008
Pembelajaran Pengayaan
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kegiatan pembelajaran tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang lebih cepat dalam mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar dan penguasaan materi pelajaran yang telah ditentukan. Peserta didik kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran maupun mengerjakan tugas-tugas atau latihan dan menyelesaikan soal-soal ulangan sebagai indikator penguasaan kompetensi. Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan. Untuk keperluan pemberian pembelajaran pengayaan perlu dipilih strategi dan langkah-langkah yang tepat setelah terlebih dahulu dilakukan identifikasi terhadap potensi lebih yang dimiliki peserta didik.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut, sekolah perlu menyusun rencana sistematis pemberian pembelajaran pengayaan untuk membantu perkembangan potensi peserta didik secara optimal.
B. Tujuan
Panduan pembelajaran pengayaan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai pengayaan dan membantu guru mengembangkan pembelajaran pengayaan
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup panduan ini, menyajikan latar belakang dan tujuan penyusunan panduan pembelajaran pengayaan, hakikat pembelajaran pengayaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pengayaan.
II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN
A. Pembelajaran Menurut Standar Nasional Pendidikan
Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 standar yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. Kedelapan standar dimaksud meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ditetapkan dalam standar isi dan standar kompetensi lulusan. Standar isi (SI) memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi lulusan (SKL) berisikan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Sementara berkenaan dengan materi yang harus dipelajari, disajikan dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dikembangkan oleh guru. Menurut pasal 6 PP. 19 Th. 2005, terdapat 5 kelompok mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus. Kelima kelompok mata pelajaran tersebut meliputi: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olah raga, dan kesehatan.
Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan berlebih untuk mengoptimalkan perkembangan prakarsa, kreativitas, partisipasi, kemandirian, minat, bakat, keterampilan fisik, dsb. Untuk mengantisipasi potensi lebih yang dimiliki peserta didik tersebut, setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran pengayaan.
B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan
Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.
Untuk memahami pengertian program pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku berdasar Permendiknas 22, 23, dan 24 Tahun 2006 pada dasarnya menganut sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem pembelajaran tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan dan melayani perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur dengan menggunakan sistem penilaian acuan kriteria (PAK). Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik tersebut dipandang telah mencapai ketuntasan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan.
Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan) minimal atau ketuntasan belajar seperti yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.
Jika ada peserta didik yang lebih mudah dan cepat mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan, maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus berupa program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.
C. Jenis Pembelajaran Pengayaan
Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
1. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
2. Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
3. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah.
Pemecahan masalah ditandai dengan:
a. Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan;
b. Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan;
c. Penggunaan berbagai sumber;
d. Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan;
e. Analisis data;
f. Penyimpulan hasil investigasi.
Sekolah tertentu, khususnya yang memiliki peserta didik lebih cepat belajar dibanding sekolah-sekolah pada umumnya, dapat menaikkan tuntutan kompetensi melebihi standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan khusus.
III. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu pertama mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan.
A. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar
1. Tujuan
Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
a. Belajar lebih cepat.
Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu.
b. Menyimpan informasi lebih mudah
Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
c. Keingintahuan yang tinggi
Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
d. Berpikir mandiri.
Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
e. Superior dalam berpikir abstrak.
Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah.
f. Memiliki banyak minat.
Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.
2. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.
a. Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
b. Tes inventori
Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb.
c. Wawancara
Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
d. Pengamatan (observasi)
Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.
B. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
1. Belajar Kelompok
Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
2. Belajar mandiri.
Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
3. Pembelajaran berbasis tema.
Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
4. Pemadatan kurikulum.
Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.
Perlu dijelaskan bahwa panduan penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah dapat juga memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya untuk bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu peserta didik mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti olimpiade internasional fisika, kimia dan biologi.
Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
IV. PENUTUP
Peserta didik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda. Sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda tersebut maka permasalahan yang dihadapi peserta didik pun berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan pembelajaran, pendidik perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi maupun kelebihan yang dimiliki peserta didik.
Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, peserta didik yang lebih cepat mencapai kompetensi yang telah ditentukan perlu diberi pembelajaran pengayaan.
Sebelum memberikan pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu pendidik perlu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan yang dimiliki peserta didik. Banyak teknik yang dapat digunakan, antara lain menggunakan tes, wawancara, pengamatan, dsb. Setelah diketahui kelebihan yang dimiliki, peserta didik diberikan pembelajaran pengayaan. Bentuk pembelajaran pengayaan misalnya pembelajaran kelompok, belajar mandiri, pembelajaran tematik, dan pemadatan kurikulum
A. Latar Belakang
Dalam kegiatan pembelajaran tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang lebih cepat dalam mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar dan penguasaan materi pelajaran yang telah ditentukan. Peserta didik kelompok ini tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran maupun mengerjakan tugas-tugas atau latihan dan menyelesaikan soal-soal ulangan sebagai indikator penguasaan kompetensi. Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan. Untuk keperluan pemberian pembelajaran pengayaan perlu dipilih strategi dan langkah-langkah yang tepat setelah terlebih dahulu dilakukan identifikasi terhadap potensi lebih yang dimiliki peserta didik.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut, sekolah perlu menyusun rencana sistematis pemberian pembelajaran pengayaan untuk membantu perkembangan potensi peserta didik secara optimal.
B. Tujuan
Panduan pembelajaran pengayaan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai pengayaan dan membantu guru mengembangkan pembelajaran pengayaan
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup panduan ini, menyajikan latar belakang dan tujuan penyusunan panduan pembelajaran pengayaan, hakikat pembelajaran pengayaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pengayaan.
II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN
A. Pembelajaran Menurut Standar Nasional Pendidikan
Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 standar yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. Kedelapan standar dimaksud meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ditetapkan dalam standar isi dan standar kompetensi lulusan. Standar isi (SI) memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi lulusan (SKL) berisikan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Sementara berkenaan dengan materi yang harus dipelajari, disajikan dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dikembangkan oleh guru. Menurut pasal 6 PP. 19 Th. 2005, terdapat 5 kelompok mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus. Kelima kelompok mata pelajaran tersebut meliputi: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olah raga, dan kesehatan.
Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan berlebih untuk mengoptimalkan perkembangan prakarsa, kreativitas, partisipasi, kemandirian, minat, bakat, keterampilan fisik, dsb. Untuk mengantisipasi potensi lebih yang dimiliki peserta didik tersebut, setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran pengayaan.
B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan
Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.
Untuk memahami pengertian program pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku berdasar Permendiknas 22, 23, dan 24 Tahun 2006 pada dasarnya menganut sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem pembelajaran tuntas, dan sistem pembelajaran yang memperhatikan dan melayani perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK dan KD setiap peserta didik diukur dengan menggunakan sistem penilaian acuan kriteria (PAK). Jika seorang peserta didik mencapai standar tertentu maka peserta didik tersebut dipandang telah mencapai ketuntasan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan.
Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan) minimal atau ketuntasan belajar seperti yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.
Jika ada peserta didik yang lebih mudah dan cepat mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan, maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus berupa program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.
C. Jenis Pembelajaran Pengayaan
Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
1. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
2. Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
3. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah.
Pemecahan masalah ditandai dengan:
a. Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan;
b. Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan;
c. Penggunaan berbagai sumber;
d. Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan;
e. Analisis data;
f. Penyimpulan hasil investigasi.
Sekolah tertentu, khususnya yang memiliki peserta didik lebih cepat belajar dibanding sekolah-sekolah pada umumnya, dapat menaikkan tuntutan kompetensi melebihi standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan khusus.
III. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu pertama mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan.
A. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar
1. Tujuan
Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
a. Belajar lebih cepat.
Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu.
b. Menyimpan informasi lebih mudah
Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
c. Keingintahuan yang tinggi
Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
d. Berpikir mandiri.
Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
e. Superior dalam berpikir abstrak.
Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah.
f. Memiliki banyak minat.
Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.
2. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.
a. Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
b. Tes inventori
Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb.
c. Wawancara
Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
d. Pengamatan (observasi)
Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.
B. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
1. Belajar Kelompok
Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
2. Belajar mandiri.
Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
3. Pembelajaran berbasis tema.
Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
4. Pemadatan kurikulum.
Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.
Perlu dijelaskan bahwa panduan penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah dapat juga memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya untuk bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu peserta didik mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti olimpiade internasional fisika, kimia dan biologi.
Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
IV. PENUTUP
Peserta didik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda. Sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda tersebut maka permasalahan yang dihadapi peserta didik pun berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan pembelajaran, pendidik perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi maupun kelebihan yang dimiliki peserta didik.
Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, peserta didik yang lebih cepat mencapai kompetensi yang telah ditentukan perlu diberi pembelajaran pengayaan.
Sebelum memberikan pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu pendidik perlu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan yang dimiliki peserta didik. Banyak teknik yang dapat digunakan, antara lain menggunakan tes, wawancara, pengamatan, dsb. Setelah diketahui kelebihan yang dimiliki, peserta didik diberikan pembelajaran pengayaan. Bentuk pembelajaran pengayaan misalnya pembelajaran kelompok, belajar mandiri, pembelajaran tematik, dan pemadatan kurikulum
Belajar Efektif
Belajar Efektif
MUSIM liburan sudah berlalu, sekarang waktunya balik lagi ke sekolah. Ada baiknya kamu buat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Persiapannya itu bukan hanya masalah buku tulis atau baju seragam saja, bahkan ada yang lebih penting lagi. Pertama, tentukan target kamu di semester ini apa terus buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Nah, supaya target belajarmu lebih cepat golnya, simak deh tips-tips belajar yang efektif. 1. Seorang teman memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan. 2. Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran. 3. Beberapa temanmu merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak dalam jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalau kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya! 4. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang. 5. Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku. 6. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut. 7. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal untuk mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat. 8. Ada beberapa siswa di Australia yang menyukai waktu belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktivitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh! 9. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum. 10. Belajar sambil mendengarkan musik memang asik. Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven atau Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, seperti matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat. Memang bingung ya kalau semua orang saling memberitahu apa yang harus kamu kerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritasmu sendiri. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisimu. Selamat mencoba!
Di samping itu kamu juga harus:
1. Bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
2. Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3. Kerjakan dulu mana yang penting. Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4. Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi)."Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
5. Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
6. Cari solusi yang lebih baik.Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
7. Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.
Ada salah satu tip dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien. Sistem belajar ini dikenal dengan "ASPIRE" (English), yang terdiri dari
MURDER
Mood - Suasana Hati:Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
Understand - Pemahaman:Tkamui informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
Recall - Ulang:Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI.
Digest - Telaah:Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru.
Expand - Kembangkan:Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari:
· Kamuikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
· Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
· Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?
Review - Pelajari Kembali:Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.
Perincian sistem belajar "MURDER" ini, yang diadaptasi dari buku The Complete Problem Solver oleh Bob Nelson, adalah sebagai berikut
Teknik-teknik berikut digunakan secara bersama-sama dengan huruf, imej, peta, yang membantu ingatan Kamu.
Kamu juga dapat memperoleh melalui teknik-teknik ini, yang mencoba memikirkan strategi yang akan berguna bagi Kamu!Beberapa orang menggunakan sejumlah huruf, imej, atau lagu.Masing-masing tergantung pada apakah cocok dengan Kamu, atau apakah berguna terhadap cara Kamu berpikir.
1. AkronimAkronim adalah suatu temuan gabungan huruf. Setiap huruf mengisyaratkan atau menyarankan sesuatu, sebagai pokok yang perlu Kamu ingat.
Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu (mejikuhibiniu)
IPMAT, tingkatan pembagian selInterphase, Prophase, Metaphase, Anaphase, Telephase
2. Sanjak (huruf awal/akhir setiap kata di dalam sajak) adalah temuan kalimat atau puisi dengan huruf pertama sebagai kunci: Huruf pertama setiap kata adalah isyarat ke arah suatu ide yang Kamu perlukan untuk mengingat.
Please Excuse My Dear Aunt Sally (PEMDAS, above)rangkaian pemecahan atau pengevaluasian persamaan matematikaParenthesis Exponents Multiplication Division Addition Subtraction
Every Good Boy Dererves Fun Sanjak untuk mengingat rangkaian (tangga) nada musik (G-kunci nada musik bidang permusikan)--E, G, B, D, FLihat juga: Silva Rhetoricae; Acrostics for Children;
3. Kunci Persajakan: ( untuk daftar perintah atau tanpa perintah)Pertama, hafal kata kunci yang dapat digabungkan dengan angka.
Contoh: bun (kue, sanggul) = one (satu); shoe (sepatu) = two (dua), tree (pohon) = three (tiga), door (pintu) = , hive (sarang) = five (lima), dsb.Ciptakan suatu imej tentang pokok-pokok ini yang Kamu perlukan untuk mengingat dengan kata kunci.
Empat kelompok makanan dasar – produksi harian; daging, ikan, unggas, beras, buah dan sayuran. Pikirkan keju dengan kue (satu), persediaan hidup dengan sepatu (dua), satu karung beras tergantung di sebuah pohon (tiga), sebuah pintu ke ruangan persediaan buah dan sayuran (empat).
4. Metode Loci: (untuk kira-kira 20 pokok atau item)Pilih suatu lokasi yang Kamu kenal dengan baik.Baik untuk pelajar-pelajar ilmu gerak!
Bayangkan Kamu sendiri berjalan melalui lokasi itu, memilih dengan jelas tempat-tempat secara pasti—pintu, sofa, pendingin, rak, dsb. Bayangkan diri Kamu meletakkan obyek-obyek yang Kamu perlukan ke setiap tempat ini dengan berjalan langsung melalui lokasi ini.
Sekali lagi, Kamu memerlukan patokan arah secara jelas ke lokasi objek-objek untuk memudahkan objek-objek tersebut ditemukan kembali.
George Washington, Thomas Jefferson, dan Richard Nixon, Kamu dapat membayangkan berjalan ke pintu lokasi Kamu dan melihat selembar uang dollar di pintu, ketika Kamu membuka pintu Jefferson sedang berbaring di sofa dan Nixon sedang makan tanpa alat pendingin.
5. Metode Kata Kunci (untuk kosa kata bahasa asing)
Pertama, sesudah memutuskan kata asing yang Kamu perlukan untuk mengingat, pilihlah kata kunci dalam bahasa Inggris yang berbunyi seperti kata asing.Kemudian, bayangkan suatu imej yang mengandung kata kunci bahasa asing dengan makna bahasa Inggris.Sebagai contoh, Menurut bahasa Spanyol kata "cabina" berarti "phone booth" (tempat tilpon) Untuk kata kunci bahasa Inggris, Kamu boleh memikirkan "cab in a ... ." Kamu kemudian akan menemukan suatu imej “a cab trying to fit in a phone booth”. Apabila Kamu melihat kata “cabina" saat ujian, Kamu harus mungkin mengembalikan imej tentang “cab” dan Kamu harus menemukan kembali definisi “phone booth”.
6. Imej -Teknik Penamaan: (untuk mengingat nama-nama)
Temuan yang sederhana dalam hubungan apa saja antara nama dan sifat-sifat fisik seseorang. Sebagai contoh, kalau Kamu mengingat nama Shirley Temple, Kamu boleh melekatkan nama itu dengan kenangan bahwa ia mempunyai rambut keriting sekitar pelipisnya. “curly”(bersajak dengan Sherly).
7. Merangkai : (untuk daftar perintah dan yang bukan)
Ciptakan sebuah cerita di mana setiap kata atau ide memungkinkan Kamu mengingat kembali ide berikutnya yang Kamu perlukan. Kalau Kamu ingat kata Napoleon, telinga, pintu, dan Jerman, Kamu akan menemukan cerita Napoleon dengan telinganya ke pintu untuk mendengar orang berbicara bahasa Jerman
Banyak dari kita sudah mempelajari subyek garis besardi dalam kasus belajar, seperti:
I. Item pertama
II. Item kedua
A. sub item
B. sub item
1. sub sub item
2. sub sub item
III. item ketiga
Hal ini merupakan pendekatan yang bersifat sangat linear, namun tidak seperti kerjanya pikiran kita.
Kenapa pemetaan?
Sebaliknya, pikiran kita bekerja seperti web sites:sekelompok halaman atau ide atau konsep yang dihubungan satu sama lain, atau berpindah sendiri ke kelompok atau web sites yang lain.
Pembelajaran mengkombinasikan apa yang telah kamu ketahui dengan apa yang ingin kamu ketahui, dan menghubungkan informasi baru ini ke dalam gudang pengetahuan kita. Ingatan kita kemudian memproses ?hubungan? baru ini dan mempersiapkan untuk digunakan sewaktu-waktu.
Suatu pemetaan pikiran berfokus pada satu ide; Konsep memetakan bekerja dengan beberapa atau banyak hal.
Kapan memetakannya?
Mengorganizasi suatu subyek
Melakukan pembelajaran yang "lebih mendalam"
Mengintegrasikan pengetahuan yang lama dan baru
Merevisi and mempersiapkan untuk test
Mencatat
Menggantikan ide-ide baru dalam suatu struktur
Mengingat kembali
Mengkomunikasikan ide-ide yang kompleks
Gunakan pemetaan untuk meletakkan hal-hal secara perspektif, menganalisa hubungan, dan untuk membuat prioritas.
Bagaimana saya melakukan pemetaan?Mula-mula tolaklah ide dari suatu garis besar, atau paragraf yang menggunakan kalimat-kalimat.
Kemudian berpikirlah dengan kata kuncinya atau simbol-simbol yang mewakili ide dan kata-kata.
Ambilah sebuah pensil (kamu akan menghapus!) dan selembar kertas kosong (tidak bergaris) yang besar atau gunakan papan tulis dan kapur (berwarna):
Tulislah kata yang paling penting atau ungkapan pendek atau simbol di bagian tengah.Pikirkan hal ini; lingkarilah.
Tuliskan kata-kata penting lainnya di luar lingkaran.(pikirkan halaman-halaman yang berhubungan dalam suatu web sites)Sisakan ruang kosong untuk mengembangkan pemetaan kamu untuk:
pengembangan lebih lanjut
penjelasan
item-item yang berkaitan
Bekerjalah dengan cepattanpa menganalisa pekerjaan kamu.
Ubahlah fase pertama ini.Pikirlah mengenai hubungan item-item yang di luar dengan yang di tengahHapus dan gantilah dan pendekkan kata-kata pada ide kunci iniLetakkan kembali item-item penting lebih dekat satu sama lain untuk pengorganisasian yang lebih baikJika memungkinkan, gunakan warna untuk mengorganisasikan informasiHubungkan konsep dengan kata-kata untuk memperjelas hubungan
Tetaplah bekerja di bagian luarDengan bebas dan cepat tambahkan kata-kata kunci dan ide-ide lainnya (kamu dapat selalu menghapus!)Berpikirlah secara tidak umum: rekatkan halaman-halaman secara bersamaan untuk memperluas pemetaan kamu; pecahkan ikatan-ikatan yang adaKembangkan ke mana arah topik membawa kamu ? tak terbatas oleh ukuran kertasKetika kamu memperluas pemetaan kamu, kamu akan cenderung menjadi lebih spesifik dan detail
Singkirkan pemetaan tersebutKemudian, lanjutkan pengembangan dan revisiBerhenti dan pikirlah mengenai hubungan yang kamu kembangkanPerluas pemetaan sepanjang waktu (sampai ujian tiba!)
Pemetaan ini adalah dokumen pembelajaran pribadi kamuHal ini mengkombinasikan apa yang kamu ketahui dengan apa yang kamu pelajari dan apa yang mungkin kamu butuhkan untuk melengkapi "lukisan" kamu
MUSIM liburan sudah berlalu, sekarang waktunya balik lagi ke sekolah. Ada baiknya kamu buat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Persiapannya itu bukan hanya masalah buku tulis atau baju seragam saja, bahkan ada yang lebih penting lagi. Pertama, tentukan target kamu di semester ini apa terus buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Nah, supaya target belajarmu lebih cepat golnya, simak deh tips-tips belajar yang efektif. 1. Seorang teman memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan. 2. Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran. 3. Beberapa temanmu merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak dalam jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalau kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya! 4. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang. 5. Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku. 6. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut. 7. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal untuk mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat. 8. Ada beberapa siswa di Australia yang menyukai waktu belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktivitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh! 9. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum. 10. Belajar sambil mendengarkan musik memang asik. Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven atau Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, seperti matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat. Memang bingung ya kalau semua orang saling memberitahu apa yang harus kamu kerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritasmu sendiri. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisimu. Selamat mencoba!
Di samping itu kamu juga harus:
1. Bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
2. Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3. Kerjakan dulu mana yang penting. Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4. Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi)."Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
5. Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
6. Cari solusi yang lebih baik.Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
7. Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.
Ada salah satu tip dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien. Sistem belajar ini dikenal dengan "ASPIRE" (English), yang terdiri dari
MURDER
Mood - Suasana Hati:Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
Understand - Pemahaman:Tkamui informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
Recall - Ulang:Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI.
Digest - Telaah:Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru.
Expand - Kembangkan:Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari:
· Kamuikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
· Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
· Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?
Review - Pelajari Kembali:Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.
Perincian sistem belajar "MURDER" ini, yang diadaptasi dari buku The Complete Problem Solver oleh Bob Nelson, adalah sebagai berikut
Teknik-teknik berikut digunakan secara bersama-sama dengan huruf, imej, peta, yang membantu ingatan Kamu.
Kamu juga dapat memperoleh melalui teknik-teknik ini, yang mencoba memikirkan strategi yang akan berguna bagi Kamu!Beberapa orang menggunakan sejumlah huruf, imej, atau lagu.Masing-masing tergantung pada apakah cocok dengan Kamu, atau apakah berguna terhadap cara Kamu berpikir.
1. AkronimAkronim adalah suatu temuan gabungan huruf. Setiap huruf mengisyaratkan atau menyarankan sesuatu, sebagai pokok yang perlu Kamu ingat.
Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu (mejikuhibiniu)
IPMAT, tingkatan pembagian selInterphase, Prophase, Metaphase, Anaphase, Telephase
2. Sanjak (huruf awal/akhir setiap kata di dalam sajak) adalah temuan kalimat atau puisi dengan huruf pertama sebagai kunci: Huruf pertama setiap kata adalah isyarat ke arah suatu ide yang Kamu perlukan untuk mengingat.
Please Excuse My Dear Aunt Sally (PEMDAS, above)rangkaian pemecahan atau pengevaluasian persamaan matematikaParenthesis Exponents Multiplication Division Addition Subtraction
Every Good Boy Dererves Fun Sanjak untuk mengingat rangkaian (tangga) nada musik (G-kunci nada musik bidang permusikan)--E, G, B, D, FLihat juga: Silva Rhetoricae; Acrostics for Children;
3. Kunci Persajakan: ( untuk daftar perintah atau tanpa perintah)Pertama, hafal kata kunci yang dapat digabungkan dengan angka.
Contoh: bun (kue, sanggul) = one (satu); shoe (sepatu) = two (dua), tree (pohon) = three (tiga), door (pintu) = , hive (sarang) = five (lima), dsb.Ciptakan suatu imej tentang pokok-pokok ini yang Kamu perlukan untuk mengingat dengan kata kunci.
Empat kelompok makanan dasar – produksi harian; daging, ikan, unggas, beras, buah dan sayuran. Pikirkan keju dengan kue (satu), persediaan hidup dengan sepatu (dua), satu karung beras tergantung di sebuah pohon (tiga), sebuah pintu ke ruangan persediaan buah dan sayuran (empat).
4. Metode Loci: (untuk kira-kira 20 pokok atau item)Pilih suatu lokasi yang Kamu kenal dengan baik.Baik untuk pelajar-pelajar ilmu gerak!
Bayangkan Kamu sendiri berjalan melalui lokasi itu, memilih dengan jelas tempat-tempat secara pasti—pintu, sofa, pendingin, rak, dsb. Bayangkan diri Kamu meletakkan obyek-obyek yang Kamu perlukan ke setiap tempat ini dengan berjalan langsung melalui lokasi ini.
Sekali lagi, Kamu memerlukan patokan arah secara jelas ke lokasi objek-objek untuk memudahkan objek-objek tersebut ditemukan kembali.
George Washington, Thomas Jefferson, dan Richard Nixon, Kamu dapat membayangkan berjalan ke pintu lokasi Kamu dan melihat selembar uang dollar di pintu, ketika Kamu membuka pintu Jefferson sedang berbaring di sofa dan Nixon sedang makan tanpa alat pendingin.
5. Metode Kata Kunci (untuk kosa kata bahasa asing)
Pertama, sesudah memutuskan kata asing yang Kamu perlukan untuk mengingat, pilihlah kata kunci dalam bahasa Inggris yang berbunyi seperti kata asing.Kemudian, bayangkan suatu imej yang mengandung kata kunci bahasa asing dengan makna bahasa Inggris.Sebagai contoh, Menurut bahasa Spanyol kata "cabina" berarti "phone booth" (tempat tilpon) Untuk kata kunci bahasa Inggris, Kamu boleh memikirkan "cab in a ... ." Kamu kemudian akan menemukan suatu imej “a cab trying to fit in a phone booth”. Apabila Kamu melihat kata “cabina" saat ujian, Kamu harus mungkin mengembalikan imej tentang “cab” dan Kamu harus menemukan kembali definisi “phone booth”.
6. Imej -Teknik Penamaan: (untuk mengingat nama-nama)
Temuan yang sederhana dalam hubungan apa saja antara nama dan sifat-sifat fisik seseorang. Sebagai contoh, kalau Kamu mengingat nama Shirley Temple, Kamu boleh melekatkan nama itu dengan kenangan bahwa ia mempunyai rambut keriting sekitar pelipisnya. “curly”(bersajak dengan Sherly).
7. Merangkai : (untuk daftar perintah dan yang bukan)
Ciptakan sebuah cerita di mana setiap kata atau ide memungkinkan Kamu mengingat kembali ide berikutnya yang Kamu perlukan. Kalau Kamu ingat kata Napoleon, telinga, pintu, dan Jerman, Kamu akan menemukan cerita Napoleon dengan telinganya ke pintu untuk mendengar orang berbicara bahasa Jerman
Banyak dari kita sudah mempelajari subyek garis besardi dalam kasus belajar, seperti:
I. Item pertama
II. Item kedua
A. sub item
B. sub item
1. sub sub item
2. sub sub item
III. item ketiga
Hal ini merupakan pendekatan yang bersifat sangat linear, namun tidak seperti kerjanya pikiran kita.
Kenapa pemetaan?
Sebaliknya, pikiran kita bekerja seperti web sites:sekelompok halaman atau ide atau konsep yang dihubungan satu sama lain, atau berpindah sendiri ke kelompok atau web sites yang lain.
Pembelajaran mengkombinasikan apa yang telah kamu ketahui dengan apa yang ingin kamu ketahui, dan menghubungkan informasi baru ini ke dalam gudang pengetahuan kita. Ingatan kita kemudian memproses ?hubungan? baru ini dan mempersiapkan untuk digunakan sewaktu-waktu.
Suatu pemetaan pikiran berfokus pada satu ide; Konsep memetakan bekerja dengan beberapa atau banyak hal.
Kapan memetakannya?
Mengorganizasi suatu subyek
Melakukan pembelajaran yang "lebih mendalam"
Mengintegrasikan pengetahuan yang lama dan baru
Merevisi and mempersiapkan untuk test
Mencatat
Menggantikan ide-ide baru dalam suatu struktur
Mengingat kembali
Mengkomunikasikan ide-ide yang kompleks
Gunakan pemetaan untuk meletakkan hal-hal secara perspektif, menganalisa hubungan, dan untuk membuat prioritas.
Bagaimana saya melakukan pemetaan?Mula-mula tolaklah ide dari suatu garis besar, atau paragraf yang menggunakan kalimat-kalimat.
Kemudian berpikirlah dengan kata kuncinya atau simbol-simbol yang mewakili ide dan kata-kata.
Ambilah sebuah pensil (kamu akan menghapus!) dan selembar kertas kosong (tidak bergaris) yang besar atau gunakan papan tulis dan kapur (berwarna):
Tulislah kata yang paling penting atau ungkapan pendek atau simbol di bagian tengah.Pikirkan hal ini; lingkarilah.
Tuliskan kata-kata penting lainnya di luar lingkaran.(pikirkan halaman-halaman yang berhubungan dalam suatu web sites)Sisakan ruang kosong untuk mengembangkan pemetaan kamu untuk:
pengembangan lebih lanjut
penjelasan
item-item yang berkaitan
Bekerjalah dengan cepattanpa menganalisa pekerjaan kamu.
Ubahlah fase pertama ini.Pikirlah mengenai hubungan item-item yang di luar dengan yang di tengahHapus dan gantilah dan pendekkan kata-kata pada ide kunci iniLetakkan kembali item-item penting lebih dekat satu sama lain untuk pengorganisasian yang lebih baikJika memungkinkan, gunakan warna untuk mengorganisasikan informasiHubungkan konsep dengan kata-kata untuk memperjelas hubungan
Tetaplah bekerja di bagian luarDengan bebas dan cepat tambahkan kata-kata kunci dan ide-ide lainnya (kamu dapat selalu menghapus!)Berpikirlah secara tidak umum: rekatkan halaman-halaman secara bersamaan untuk memperluas pemetaan kamu; pecahkan ikatan-ikatan yang adaKembangkan ke mana arah topik membawa kamu ? tak terbatas oleh ukuran kertasKetika kamu memperluas pemetaan kamu, kamu akan cenderung menjadi lebih spesifik dan detail
Singkirkan pemetaan tersebutKemudian, lanjutkan pengembangan dan revisiBerhenti dan pikirlah mengenai hubungan yang kamu kembangkanPerluas pemetaan sepanjang waktu (sampai ujian tiba!)
Pemetaan ini adalah dokumen pembelajaran pribadi kamuHal ini mengkombinasikan apa yang kamu ketahui dengan apa yang kamu pelajari dan apa yang mungkin kamu butuhkan untuk melengkapi "lukisan" kamu
Sabtu, 22 November 2008
Panduan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berlandaskan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional, berkewajiban menetapkan berbagai peraturan tentang standar penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Standar nasional pendidikan yang dimaksud meliputi: (1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.
Dalam pencapaian standar isi (SI) yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik setelah melalui pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu, sehingga pada gilirannya mencapai standar kompetensi lulusan (SKL) setelah menyelesaikan pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu secara tuntas. Agar peserta didik dapat mencapai SK, KD, maupun SKL secara optimal, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya dalam sebuah sistem yang utuh. Salah satu standar tersebut adalah standar proses.
PP nomor 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang kemudian dipertegas malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal, baik yang menerapkan sistem paket maupun sistem kredit semester (SKS).
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Selain itu, pada lampiran Permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, juga diatur tentang berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik, baik yang bersifat kompetensi inti maupun kompetensi mata pelajaran. Bagi guru pada satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), baik dalam tuntutan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional, berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran secara memadai.
Oleh karena itu, disamping sebagai implementasi dari Permendiknas nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Ditjen Mandikdasmen bahwa rincian tugas Subdirektorat Pembelajaran - Dit. PSMA (yang antara lain disebutkan bahwa melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan prosedur pelaksanaan pembelajaran, termasuk penyusunan pedoman pelaksanaan kurikulum) dipandang perlu menyusun panduan bagi guru SMA sehingga dapat dijadikan salah satu referensi dalam pengembangan RPP.
B. Tujuan
Penyusunan Panduan ini bertujuan :
1. Menjelaskan pengertian RPP;
2. arti penting proses perencanaan pembelajaran dalam proses pencapaian kompetensi siswa.
3. Menjelaskan komponen RPP
4. Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RPP
5. Menjelaskan langkah-langkah penyusunan RPP.
C. Manfaat
Perencanaan pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui perencanaan pembelajaran yang baik, guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Perencanaan pembelajaran dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, sekolah, mata pelajaran, dsb.
Buku ini disusun dengan harapan bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pengembangan perencanaan pembelajaran, seperti kepala sekolah, guru, pengawas sekolah menengah atas maupun pembina pendidikan lainnya. Bagi kepala sekolah panduan ini dapat dijadikan bahan pembinaan terhadap guru sebagai bagian dari tugasnya dalam melakukan supervisi terhadap proses perencanaan pembelajaran.
Bagi guru, panduan ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu referensi untuk meningkatkan kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran. Sehingga akan menghasilkan satu kegiatan pembelajaran yang berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Bagi pengawas sekolah menengah atas atau para pembina pendidikan lainnya keberadaan panduan juga diharapkan mendatangkan manfaat dalam melakukan supervisi dan memberikan layanan profesional, berupa bimbingan teknis dan pendampingan secara terprogram dan berkelanjutan.
BAB II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Pengertian
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
B. Komponen RPP
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah:
Identitas mata pelajaran, meliputi:
a. satuan pendidikan,
b. kelas,
c. semester,
d. program studi,
e. mata pelajaran atau tema pelajaran,
f. jumlah pertemuan.
standar kompetensi
merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
kompetensi dasar,
adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
indikator pencapaian kompetensi,
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
tujuan pembelajaran,
menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
materi ajar,
memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
alokasi waktu,
ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
metode pembelajaran,
digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
kegiatan pembelajaran :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.
Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
C. PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
D. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1. Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c. Indikator merupakan:
§ ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
§ penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
§ dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
§ rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
§ digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.
Misalnya:
Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”.
Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:
1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2. menyebutkan bagian-bagian jantung.
3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.
Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.
3. Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
Contoh:
Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri Kehidupan:
Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya.
5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan
§ Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
§ Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
§ Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.
§ Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
§ Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
2. Kegiatan Inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
3. Kegiatan penutup
§ Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
§ Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
§ Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.
b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
6. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
7. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.
Contoh minimal Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Identitas
Nama Sekolah : ...................................
Mata Pelajaran : ...................................
Kelas, Semester : ...................................
Standar Kompetensi : ...................................
Kompetensi Dasar : ...................................
Indikator : ...................................
Alokasi Waktu : ..... x ... menit (… pertemuan)
B. Tujuan Pembelajaran
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 1
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 2
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 3. dst
F. Sumber Belajar
G. Penilaian
Mengetahui
Kepala Sekolah..................., Guru Mata Pelajaran,
.................................. ............................
NIP. NIP.
A. Latar Belakang
Berlandaskan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional, berkewajiban menetapkan berbagai peraturan tentang standar penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Standar nasional pendidikan yang dimaksud meliputi: (1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.
Dalam pencapaian standar isi (SI) yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik setelah melalui pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu, sehingga pada gilirannya mencapai standar kompetensi lulusan (SKL) setelah menyelesaikan pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu secara tuntas. Agar peserta didik dapat mencapai SK, KD, maupun SKL secara optimal, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya dalam sebuah sistem yang utuh. Salah satu standar tersebut adalah standar proses.
PP nomor 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang kemudian dipertegas malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal, baik yang menerapkan sistem paket maupun sistem kredit semester (SKS).
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Selain itu, pada lampiran Permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, juga diatur tentang berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik, baik yang bersifat kompetensi inti maupun kompetensi mata pelajaran. Bagi guru pada satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), baik dalam tuntutan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional, berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran secara memadai.
Oleh karena itu, disamping sebagai implementasi dari Permendiknas nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Ditjen Mandikdasmen bahwa rincian tugas Subdirektorat Pembelajaran - Dit. PSMA (yang antara lain disebutkan bahwa melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan prosedur pelaksanaan pembelajaran, termasuk penyusunan pedoman pelaksanaan kurikulum) dipandang perlu menyusun panduan bagi guru SMA sehingga dapat dijadikan salah satu referensi dalam pengembangan RPP.
B. Tujuan
Penyusunan Panduan ini bertujuan :
1. Menjelaskan pengertian RPP;
2. arti penting proses perencanaan pembelajaran dalam proses pencapaian kompetensi siswa.
3. Menjelaskan komponen RPP
4. Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RPP
5. Menjelaskan langkah-langkah penyusunan RPP.
C. Manfaat
Perencanaan pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui perencanaan pembelajaran yang baik, guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Perencanaan pembelajaran dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, sekolah, mata pelajaran, dsb.
Buku ini disusun dengan harapan bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pengembangan perencanaan pembelajaran, seperti kepala sekolah, guru, pengawas sekolah menengah atas maupun pembina pendidikan lainnya. Bagi kepala sekolah panduan ini dapat dijadikan bahan pembinaan terhadap guru sebagai bagian dari tugasnya dalam melakukan supervisi terhadap proses perencanaan pembelajaran.
Bagi guru, panduan ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu referensi untuk meningkatkan kompetensi dalam pengembangan perencanaan pembelajaran. Sehingga akan menghasilkan satu kegiatan pembelajaran yang berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Bagi pengawas sekolah menengah atas atau para pembina pendidikan lainnya keberadaan panduan juga diharapkan mendatangkan manfaat dalam melakukan supervisi dan memberikan layanan profesional, berupa bimbingan teknis dan pendampingan secara terprogram dan berkelanjutan.
BAB II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Pengertian
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
B. Komponen RPP
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah:
Identitas mata pelajaran, meliputi:
a. satuan pendidikan,
b. kelas,
c. semester,
d. program studi,
e. mata pelajaran atau tema pelajaran,
f. jumlah pertemuan.
standar kompetensi
merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
kompetensi dasar,
adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
indikator pencapaian kompetensi,
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
tujuan pembelajaran,
menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
materi ajar,
memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
alokasi waktu,
ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
metode pembelajaran,
digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
kegiatan pembelajaran :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.
Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
C. PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
D. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1. Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c. Indikator merupakan:
§ ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
§ penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
§ dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
§ rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
§ digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.
Misalnya:
Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”.
Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:
1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2. menyebutkan bagian-bagian jantung.
3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.
Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.
3. Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
Contoh:
Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri Kehidupan:
Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya.
5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan
§ Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
§ Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
§ Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.
§ Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
§ Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
2. Kegiatan Inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
3. Kegiatan penutup
§ Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
§ Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
§ Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.
b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
6. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
7. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.
Contoh minimal Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Identitas
Nama Sekolah : ...................................
Mata Pelajaran : ...................................
Kelas, Semester : ...................................
Standar Kompetensi : ...................................
Kompetensi Dasar : ...................................
Indikator : ...................................
Alokasi Waktu : ..... x ... menit (… pertemuan)
B. Tujuan Pembelajaran
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 1
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 2
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 3. dst
F. Sumber Belajar
G. Penilaian
Mengetahui
Kepala Sekolah..................., Guru Mata Pelajaran,
.................................. ............................
NIP. NIP.
Selasa, 11 November 2008
Salam Kenal
Assalamualaikum wr.wb.
Salam kenal, namaku Siti Waliatul Rochmah.
Aku mengajar di SMA Negeri 1 Mertoyudan.
Sari, Yoga, Yogie adalah buah cintaku bersama yang tersayang Agus Sukoco. Orang yang telah setia mendampingiku dari TK sampai saat ini. Setia banget...! Lo kok bisa! Bisa dong. Kami sejak TK, SD, SMP satu sekolah. SMA pisah. Dia di SMA Tidar, yang sekarang jadi SMA Negeri 1 Mertoyudan, ya tempatku mengajar saat ini! Aku di SPG Negeri Magelang. Aku melanjutkan ke IKIP Semarang, yang sekarang jadi UNES, sedang sayangku diterima kerja di BPN Kabupaten Magelang, kemudian dapat tugas belajar di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)Yogyakarta. Sekarang bukan cuma teman skolah, tapi teman tidur, he... he... he...
Anakku 3, Annisa Aulia Rahmasari Sukoco, sekarang kelas VII SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan, Magelang. Yang ke 2 dan 3 kembar, Yoga Bagas Solihin dan Yogie Bagus Solihan, kelas III SD Islam Al-Firdaus, Metoyudan, Magelang. SariYogaYogie, mutiara intan berlian dalam diriku. Yang memberiku semangat, cinta, kasih, dan segalanya bagiku.
Blog ini cuma iseng-iseng saja. Jadi maaf yang kalau cuma seadanya. ya... daripada bengong nggak ada kerjaan, mending buka-buka internet.
Salam kenal, namaku Siti Waliatul Rochmah.
Aku mengajar di SMA Negeri 1 Mertoyudan.
Sari, Yoga, Yogie adalah buah cintaku bersama yang tersayang Agus Sukoco. Orang yang telah setia mendampingiku dari TK sampai saat ini. Setia banget...! Lo kok bisa! Bisa dong. Kami sejak TK, SD, SMP satu sekolah. SMA pisah. Dia di SMA Tidar, yang sekarang jadi SMA Negeri 1 Mertoyudan, ya tempatku mengajar saat ini! Aku di SPG Negeri Magelang. Aku melanjutkan ke IKIP Semarang, yang sekarang jadi UNES, sedang sayangku diterima kerja di BPN Kabupaten Magelang, kemudian dapat tugas belajar di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)Yogyakarta. Sekarang bukan cuma teman skolah, tapi teman tidur, he... he... he...
Anakku 3, Annisa Aulia Rahmasari Sukoco, sekarang kelas VII SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan, Magelang. Yang ke 2 dan 3 kembar, Yoga Bagas Solihin dan Yogie Bagus Solihan, kelas III SD Islam Al-Firdaus, Metoyudan, Magelang. SariYogaYogie, mutiara intan berlian dalam diriku. Yang memberiku semangat, cinta, kasih, dan segalanya bagiku.
Blog ini cuma iseng-iseng saja. Jadi maaf yang kalau cuma seadanya. ya... daripada bengong nggak ada kerjaan, mending buka-buka internet.
Langganan:
Postingan (Atom)