Logikaku adalah tembok batu yang membeku
melarang jemariku mengetuk pintu di balik layar biru
Pikiranku adalah jangkar yang menahan tarikan
menjaga ego agar tak karam
Tapi magnet di kejauhan, yang menarik paksa setiap huruf untuk kembali
Di dada
ada pemberontak yang tak mau mati
mengirimkan pesan yang seharusnya
hanya menjadi mimpi